Ringkasan Berita
- "Kita mengimbau supaya dalam rangka menyampaikan pendapat kita tidak melampaui batas," ujar Nasaruddin di rumah duka …
- Dia hadir mewakili pemerintah pusat sekaligus utusan Istana Kepresidenan.
- Demokrasi Ada Relnya Menurut Nasaruddin, kebebasan menyampaikan aspirasi sudah dijamin undang-undang.
Topikseru.com – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengingatkan masyarakat agar tidak melampaui batas dalam menyampaikan pendapat, sekalipun kritik adalah bagian dari hak berdemokrasi.
“Kita mengimbau supaya dalam rangka menyampaikan pendapat kita tidak melampaui batas,” ujar Nasaruddin di rumah duka almarhum Muh Akbar, staf DPRD Kota Makassar yang menjadi salah satu korban tewas, Minggu (31/8).
Dia hadir mewakili pemerintah pusat sekaligus utusan Istana Kepresidenan.
Demokrasi Ada Relnya
Menurut Nasaruddin, kebebasan menyampaikan aspirasi sudah dijamin undang-undang. Namun, hak tersebut memiliki rel dan rambu yang jelas.
“Sungguh enak menjadi bangsa yang menghargai peraturan dan perundang-undangannya. Mari kita mengendalikan diri, apalagi melakukan hal-hal yang mungkin akan mengakibatkan sesuatu di luar dugaan,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tidak akan menutup ruang kritik. Demonstrasi tetap bagian dari praktik demokrasi yang sehat.
“Kita perlu bimbingan demokrasi dengan memberikan hak orang untuk melakukan kritikan-kritikan, termasuk demonstrasi. Hanya saja, jangan melampaui batas,” tegasnya.
Serukan Umat Jaga Persatuan Bangsa
Kepada masyarakat Sulawesi Selatan, Nasaruddin mengajak agar menjaga daerah dari perpecahan dan menghindari aksi yang justru memperburuk keadaan.
“Saya kira sudah cukup apa yang terjadi kemarin, jangan kita menambah lagi kesengsaraan masyarakat kita. Mari kita berdoa, ya Allah cukupkan cobaan-cobaan,” harap Nasaruddin Umar.
Tragedi di Makassar, kata Nasaruddin, harus menjadi pelajaran berharga dalam kehidupan berbangsa.
“Mudah-mudahan Allah memberikan rahmat, sehingga menuntun bangsa ini menjadi lebih dewasa. Mudah-mudahan ini peristiwa yang terakhir terjadi di bangsa kita,” tuturnya.











