Nasional

Pratu Farkhan Sauqi Marpaung Tewas di Papua, TNI AD Pastikan Usut Dugaan Kekerasan Senior

×

Pratu Farkhan Sauqi Marpaung Tewas di Papua, TNI AD Pastikan Usut Dugaan Kekerasan Senior

Sebarkan artikel ini
Pratu Farkhan Sauqi Marpaung
Pratu Farkhan Syauqi Marpaung. Foto: Istimewa

Topikseru.com, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Pratu Farkhan Sauqi Marpaung, prajurit yang tengah bertugas di pos perbatasan Papua–Papua Nugini. Almarhum diduga menjadi korban kekerasan oleh seniornya saat menjalankan tugas negara.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan, peristiwa tersebut menjadi perhatian serius pimpinan TNI AD.

“Almarhum adalah prajurit muda yang tengah menjalankan tugas negara di wilayah penugasan. Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pimpinan TNI AD,” kata Donny, Sabtu (3/1/2026).

TNI AD Amankan Terduga Pelaku

Donny menjelaskan, sejak informasi dugaan penganiayaan mencuat, TNI AD langsung mengambil langkah tegas dengan melakukan penyelidikan serta mengamankan terduga pelaku, yang disebut merupakan oknum prajurit senior.

“Dugaan keterlibatan oknum prajurit senior telah ditindaklanjuti dengan mengamankan yang bersangkutan dan melakukan proses investigasi secara menyeluruh oleh unsur komando terkait,” ujarnya.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan mendalam untuk memastikan seluruh fakta secara objektif dan transparan.

TNI AD menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan di luar aturan, terlebih jika sampai menyebabkan hilangnya nyawa prajurit.

“Apabila terbukti adanya pelanggaran hukum maupun disiplin militer, proses hukum akan ditegakkan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Donny.

Perhatian untuk Keluarga dan Pembinaan Satuan

Selain proses hukum, TNI AD juga menyatakan memberikan perhatian khusus kepada keluarga almarhum Pratu Farkhan serta melakukan pembinaan internal di satuan terkait agar peristiwa serupa tidak terulang.

Baca Juga  Kodam I Bukit Barisan: 33 Prajurit Armed Terlibat Penyerangan Warga Kecamatan Sibiru-biru

Sekadar diketahui, Pratu Farkhan Sauqi Marpaung diduga meninggal dunia akibat penganiayaan oleh seniornya di Pos Sanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Kronologi Versi Keluarga

Kabar duka tersebut membuat keluarga Pratu Farkhan di Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, tak kuasa menahan tangis saat menunggu kedatangan jenazah dari Timika, Papua.

Informasi meninggalnya prajurit TNI itu diterima keluarga pada Rabu (31/12/2025). Kabar tersebut disampaikan oleh anggota keluarga yang juga merupakan personel TNI.

Ayah korban, Zakaria Marpaung, mengatakan anaknya diduga mengalami penganiayaan oleh seorang senior berpangkat Kopral Dua saat bertugas di Pos Sanepa bersama Satgas Yonif 113/Jaya Sakti.

Menurut keterangan yang diterimanya, sebelum kejadian korban sempat mengeluhkan sakit disertai menggigil saat berada di pos.

Rekan-rekannya kemudian menyarankan korban untuk berjemur guna menghangatkan tubuh.

Namun, saat berjemur, korban justru diduga mendapatkan hukuman fisik dan kekerasan dari seniornya berpangkat Kopral Kepala (Kopda).

Korban disebut dipukul menggunakan ranting kayu dan ditendang pada bagian rusuk dada.

Melihat kondisi korban semakin lemah, rekan-rekannya segera membawa Pratu Farkhan ke bagian kesehatan untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat diusut tuntas demi keadilan bagi almarhum dan keluarganya.