Otomotif

Merek Mobil China Kian Dominasi Indonesia, BYD Salip Honda di 2026

×

Merek Mobil China Kian Dominasi Indonesia, BYD Salip Honda di 2026

Sebarkan artikel ini
mobil China di Indonesia
BYD Sealion 7 hadir dengan desain futuristik, fitur canggih, dan performa bertenaga

Topikseru.com – Merek-merek Otomotif asal China semakin menunjukkan dominasinya di pasar kendaraan Indonesia sepanjang 2026. Sejumlah brand mobil China bahkan mulai menekan dominasi pabrikan Jepang yang selama puluhan tahun menguasai industri otomotif Indonesia.

Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari-April 2026, merek asal China mencatat pertumbuhan penjualan signifikan, terutama di segmen kendaraan listrik dan hybrid.

Sorotan utama datang dari BYD yang berhasil mencatat wholesales 17.098 unit dengan pangsa pasar 5,9 persen.

Capaian tersebut membuat BYD sukses melampaui Honda yang membukukan 15.893 unit, sekaligus menempatkan Build Your Dreams di posisi lima besar merek mobil terlaris nasional.

Jaecoo Langsung Tembus 10 Besar

Selain BYD, Jaecoo juga tampil agresif sejak masuk ke Indonesia pada awal 2025.

Dalam empat bulan pertama 2026, Jaecoo mencatat penjualan 11.284 unit dan langsung menempati posisi ketujuh merek mobil terlaris nasional. Posisi tersebut hanya terpaut satu tingkat di bawah Honda yang telah puluhan tahun hadir di pasar Indonesia.

Kehadiran Jaecoo dinilai menjadi sinyal kuat bahwa konsumen Indonesia mulai terbuka terhadap merek-merek otomotif baru asal China, terutama karena kombinasi harga kompetitif dan teknologi modern.

mobil China di Indonesia
BYD Atto 3 Advance Plus yang ada di IIMS 2026.

Penjualan Merek Mobil China Tembus 50 Ribu Unit

Selain BYD dan Jaecoo, sejumlah brand mobil China lainnya juga mencatat kontribusi penjualan yang terus meningkat di pasar Indonesia.

Wuling membukukan 5.178 unit, disusul Geely sebanyak 4.703 unit dan Chery 4.348 unit.

Sementara itu, merek lain seperti AION mencatat 3.032 unit, Denza 2.149 unit, dan Great Wall Motor atau GWM sebanyak 1.127 unit.

Brand lain yang mulai tumbuh di Indonesia antara lain Jetour dengan 947 unit dan XPeng sebanyak 853 unit.

Sementara BAIC mencatat 235 unit dan Changan Automobile 207 unit.

Jika digabungkan, total wholesales seluruh merek China sepanjang Januari-April 2026 mencapai lebih dari 50 ribu unit.

Kendaraan Listrik Jadi Senjata Utama

Pertumbuhan merek China dinilai didorong oleh kuatnya penetrasi kendaraan listrik dan hybrid di pasar Indonesia.

BYD misalnya, mengalami lonjakan penjualan dari 9.214 unit pada Januari-April 2025 menjadi 17.098 unit pada periode yang sama tahun ini.

Geely juga mencatat kenaikan signifikan dari 405 unit menjadi 4.703 unit.

Sementara XPeng yang sepanjang 2025 hanya mencatat 894 unit, kini hampir menyamai angka tersebut hanya dalam empat bulan pertama 2026.

Tren ini menunjukkan kendaraan listrik mulai menjadi pilihan utama konsumen Indonesia, terutama di kota-kota besar.

Toyota Masih Kuasai Pasar Nasional

Meski merek China terus berkembang, Toyota masih memimpin pasar otomotif Indonesia dengan wholesales 86.270 unit.

Posisi kedua ditempati Daihatsu dengan 48.280 unit.

Secara keseluruhan, total wholesales nasional seluruh merek pada Januari-April 2026 tercatat mencapai 289.787 unit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *