/* ===================== ===================== */Dua Pelajar SMA Hanyut Ditemukan Tim SAR Gabungan
Sumut

Dua Pelajar SMA yang Hanyut di Sungai Bingei Ditemukan Tim SAR Gabungan

×

Dua Pelajar SMA yang Hanyut di Sungai Bingei Ditemukan Tim SAR Gabungan

Sebarkan artikel ini
SAR Medan
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenajah pelajar yang hanyut di Sungai Bingei, Langkat. (Foto: Topikseru.com/ Humas Kantor SAR Medan)

Topikseru.com, Langkat – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Medan secara resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap dua korban tenggelam di Sungai Sei Bingei, Dusun VIII Bandar Meriah, Desa Namo Ukur Utara, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, setelah kedua korban berhasil ditemukan, Sabtu (25/4/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan Hery Marantika menyampaikan, operasi SAR berlangsung selama dua hari dan melibatkan berbagai unsur SAR gabungan.

Peristiwa, kata Hery, bermula pada Jumat, 24 April 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, ketika dua korban bersama rekan-rekannya pergi ke Sungai Sei Bingei usai pulang sekolah untuk berenang di area pemandian.

Baca Juga  Dua WNA Rusia Terjebak di Tebing Pantai Cemongkak Bali, Dievakuasi Helikopter Basarnas

Diduga akibat kondisi arus sungai yang cukup deras, kedua korban terseret arus dan hanyut. Warga setempat sempat melakukan upaya pencarian secara mandiri, namun korban belum berhasil ditemukan hingga akhirnya kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak berwenang dan Basarnas Medan dikerahkan ke lokasi.

Memasuki hari kedua operasi (H.2), tim SAR gabungan menerima informasi dari masyarakat pada pukul 09.05 WIB bahwa korban pertama atas nama Andini Natasya (18), perempuan telah ditemukan pada pukul 02.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia, dengan jarak sekitar sekitar 20 meter dari lokasi kejadian perkara (LKP). Korban kemudian dievakuasi ke rumah duka.

Selanjutnya, tim melanjutkan pencarian sesuai rencana operasi. Pada pukul 13.15 WIB, korban kedua atas nama Rasha (18), laki-laki berhasil ditemukan sekitar sekitar 10 meter dari LKP dalam kondisi meninggal dunia. Korban segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk proses visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya kedua korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Medan, Polsek Sei Bingei, BPBD Kabupaten Langkat, unsur TNI dari Intel Kodim Binjai, komunitas relawan, serta masyarakat setempat dengan total puluhan personel. Peralatan yang digunakan meliputi kendaraan double cabin, perahu rafting, peralatan water rescue, Aqua Eye, peralatan komunikasi, serta perlengkapan medis.

Baca Juga  Tim SAR Gabungan Temukan 6 Korban Longsor di Deli Serdang, 1 Selamat, 5 Meninggal Dunia

Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi sejumlah kendala, antara lain kondisi air sungai yang keruh, arus yang deras dan tidak stabil, serta banyaknya rintangan di dalam sungai (strainer) yang menyulitkan proses pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas persetujuan Search Coordinator (SC) dalam keterangannya menyampaikan, Operasi SAR kami laksanakan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh potensi SAR yang ada. Proses pencarian dilakukan dengan metode penyisiran dan pemantauan bawah air menggunakan peralatan khusus. Alhamdulillah, kedua korban berhasil ditemukan, meskipun dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban telah kami serahkan kepada pihak keluarga.

Ia juga menambahkan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang turut membantu proses pencarian. Sinergi yang baik di lapangan menjadi kunci keberhasilan operasi ini.

Basarnas Medan mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di wilayah perairan, khususnya di sungai dengan arus deras.

“Kami mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi anak-anak saat beraktivitas di area sungai. Hindari berenang di lokasi yang tidak memiliki pengawasan atau berpotensi membahayakan. Keselamatan adalah prioritas utama,” tutup Kepala Kantor.