Sumut

Warga Langkat Temukan Ranjau Darat Peninggalan Belanda Saat Bertani, Polisi Lakukan Pemusnahan

×

Warga Langkat Temukan Ranjau Darat Peninggalan Belanda Saat Bertani, Polisi Lakukan Pemusnahan

Sebarkan artikel ini

Ranjau Darat Ditemukan Saat Warga Bertani

ranjau darat Langkat
Petugas Jihandak Bom Polda Sumut melakukan sterilisasi alat peledak yang ditemukan warga

Topikseru.com, Langkat – Warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, digegerkan dengan penemuan Ranjau Darat yang diduga peninggalan masa penjajahan Belanda.

Benda berbahaya tersebut ditemukan oleh seorang warga bernama Bustami (55) saat mencangkul lahan untuk menanam palawija di Dusun Melati, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Tanjung Pura, Kamis (30/4/2026).

Tertanam 30 Cm di Dalam Tanah

Kapolres Langkat, David Triyo Prasojo, membenarkan adanya temuan tersebut.

Menurutnya, ranjau darat itu awalnya tidak sengaja ditemukan saat alat cangkul mengenai benda keras di dalam tanah.

“Saksi menemukan ranjau darat yang tertanam sekitar 30 sentimeter. Karena merasa berbahaya, langsung melapor ke pihak desa,” ujarnya.

Polisi Lakukan Sterilisasi dan Pengamanan

Mendapat laporan tersebut, personel kepolisian dari Polsek Tanjung Pura langsung turun ke lokasi untuk melakukan sterilisasi area.

Polisi juga memasang garis pengamanan dengan radius sekitar 200 meter guna menghindari potensi bahaya bagi warga sekitar.

Untuk penanganan lebih lanjut, pihak kepolisian berkoordinasi dengan tim penjinak bom dari Polda Sumatera Utara.

Ranjau Dimusnahkan Tanpa Korban

Setelah dipastikan aman, ranjau darat tersebut kemudian dibawa ke lokasi khusus untuk dimusnahkan.

Proses disposal dilakukan di area Dusun Dahlia, Desa Teluk Bakung, sesuai prosedur penanganan bahan peledak.

“Alat peledak tersebut dimusnahkan sesuai standar,” kata David.

Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan dalam Peristiwa ini.

Imbauan Polisi ke Masyarakat

Polres Langkat mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor jika menemukan benda mencurigakan, terutama yang diduga merupakan bahan peledak.

Penemuan ini menjadi pengingat bahwa sisa-sisa peninggalan perang masih berpotensi ditemukan dan membahayakan keselamatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *