Hukum & Kriminal

Perampokan di Angkot Medan, Tiga Penumpang Wanita Lompat dari Angkutan Umum

×

Perampokan di Angkot Medan, Tiga Penumpang Wanita Lompat dari Angkutan Umum

Sebarkan artikel ini
Korban Begal Medan
Salah seorang korban pembegalan dalam angkutan umum menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Mitra Medika.(Foto: Topikseru.com/Amek)

Topikseru.com, Medan – Perampokan di dalam angkutan kota (angkot) di Medan menyebabkan wanita melompat dari kendaraan yang ditumpangi di Jalan Komodor Laut Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli. Mereka jadi korban pembegalan.

Ketiga perempuan tersebut diketahui Novita Norman Boru Tampubolon, Erika Pinesia Hasibuan dan Julia Pratiwi.

Aksi nekat dilakukan ketiga perempuan itu, untuk menyelamatkan diri dari penumpang pria yang melakukan penodongan dan mengambil paksa ponsel masing-masing korban. Akibatnya, para korban mengalami luka-luka, bahkan sampai ada yang tak sadarkan diri dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Mitra Medika.

Seorang penumpang Julia Pratiwi, yang menjadi korban pembegalan membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan aksi pembegalan terjadi saat kondisi penumpang tidak penuh di dalam angkutan.

“Awalnya ada dua lelaki dan tiga perempuan di dalam angkutan. Lalu naik saya jadi enam. Kemudian tak berapa lama, seorang penumpang pria turun,” ujar Julia kepada Topikseru.com, Kamis (9/4/2026).

Dia mengungkapkan tidak punya firasat buruk bahwa akan terjadi aksi pembegalan dilakukan seorang pria tak dikenal yang juga penumpang angkutan umum tersebut.

“Aku mengira penumpang biasa, ternyata pelaku begal. Dua wanita ditodong parang dan diambil paksa ponselnya. Setelah itu, satu per satu korban melompat keluar dari angkutan demi menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Baca Juga  KRI Bima Suci Sandar di Belawan, Wali Kota Medan Dorong Promosi Budaya ke Dunia

Melihat hal itu, sebut Julia dirinya yang merasa terancam nyawanya memberanikan diri juga melompat.

“Saya ditodong parang dan ponsel juga diambil sebelum melompat. Situasi didalam sudah mencekam, karena dua korban perempuan tersebut sempat bergulat dengan pelaku sebelum akhirnya lompat,” sebutnya.

Akibat kejadian yang dialami, kata Julia dirinya terpaksa tidak bekerja karena mengalami luka-luka di bagian tangan dan paha.

“Bersyukur nya luka tidak parah, sehinga berobat jalan saja. Kalau dua perempuan yang lainya kabarnya dirawat di Rumah Sakit Mitra Medika,” kata Julia.

Ia mengaku masih trauma atas kejadian dialami dan merasa was-was bila naik angkutan lagi.

“Selama ini naik angkutan tidak merasa ketakutan dan menganggap aman. Namun, tanpa disangka ada penumpang pria nekat melakukan aksi pembegalan meski situasinya masih siang bolong,” akunya.

Kasus ini sudah dilaporkan secara resmi ke kantor Kepolisian dengan harapan pelakunya segera ditangkap.

“Kalau naik angkutan aja sudah tak aman, jadi mau bagaimana lagi. Tak mungkin pergi kerja harus berjalan kaki. Jadi, diharapkan pihak kepolisian merespon laporan kasus ini,” harapnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan Iptu Hamzar Nodi menyatakan, laporan korban sudah diterima. “Kasusnya masih dalam penyelidikan,” kata Nodi.