Ringkasan Berita
- BACA JUGA: Harga Emas Perhiasan di Perdagangan Senin 14 Juli 2025: Emas 24K (99%) Dibanderol Rp1.572.000 Per Gram Fok…
- Sebelumnya, Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif 30% terhadap sebagian besar impor dari UE dan Meksiko mu…
- Sementara itu, harga perak justru melonjak ke level tertinggi sejak September 2011.
Topikseru.com – Pada perdagangan Senin (15/7/2025) harga emas sedikit melemah setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan.
Fokus pelaku pasar kini tertuju pada perkembangan negosiasi dagang dan data ekonomi Amerika Serikat (AS).
Sementara itu, harga perak justru melonjak ke level tertinggi sejak September 2011.
Berdasarkan data yang dilansir dari Reuters, harga emas spot turun tipis 0,1% ke posisi US$ 3.350,97 per ons troi pada pukul 13.44 waktu setempat (17.44 GMT), setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 23 Juni 2025 di awal sesi.
Kontrak berjangka emas AS juga ditutup melemah 0,1% di level US$ 3.359,10 per ons troi.
Penguatan dolar AS ke posisi tertinggi dalam hampir tiga pekan turut menekan harga emas.
Dolar yang lebih kuat membuat emas yang dihargai dalam mata uang dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
“Setelah kenaikan harga yang cukup tajam, pasar terlihat mengalami aksi ambil untung. Namun secara keseluruhan, permintaan terhadap emas tetap solid,” ujar Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.
Negosiasi dagang juga menjadi perhatian utama pasar. Uni Eropa dan Korea Selatan menyatakan tengah mengupayakan kesepakatan dagang dengan Presiden AS Donald Trump.
Sebelumnya, Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif 30% terhadap sebagian besar impor dari UE dan Meksiko mulai bulan depan.
Dan telah melontarkan ancaman serupa ke negara lain seperti Jepang dan Korea Selatan.
Pelaku pasar kini menanti data Consumer Price Index (CPI) AS yang dirilis Selasa dan Producer Price Index (PPI) pada Rabu, untuk mendapatkan gambaran arah kebijakan suku bunga bank sentral AS The Fed.
“Komentar Presiden AS yang terus mendorong suku bunga rendah menjadi faktor pendukung bagi harga emas dalam jangka menengah,” imbuh Melek.
Emas semakin menarik dalam kondisi suku bunga rendah karena tidak menawarkan imbal hasil (non-yielding asset).
Sementara itu, harga perak stagnan di level US$ 38,36 per ons troi, meskipun sempat menyentuh level tertinggi sejak September 2011 di awal sesi.
“Fundamental perak cukup kuat. Pasokan defisit dan permintaan dari sektor solar (panel surya) masih sangat tinggi,” kata Nitesh Shah, Ahli Strategi Komoditas dari WisdomTree.
Kinerja perak mulai mengejar emas, dengan rasio harga emas terhadap perak kini mendekati angka 86.
Di sisi lain, logam mulia lainnya melemah: Platinum turun 1,5% ke level US$ 1.378,86 dan Palladium merosot 1,9% ke US$ 1.192,56.
Setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari delapan bulan.













