Ringkasan Berita
- Harga Bitcoin bergerak seirama dengan reli pasar ekuitas Amerika Serikat (AS) karena investor semakin meningkatkan p…
- Harga Bitcoin ini melonjak melewati US$ 123.500 pada Rabu malam di New York, melampaui rekor tertinggi sepanjang masa…
- Tonggak sejarah ini terjadi segera setelah S&P 500 ditutup dengan mencetak rekor untuk dua hari berturut-turut.
Topikseru.com – Pada perdagangan hari Rabu (13/8/2025) harga Bitcoin (BTC) mencapai rekor tertinggi. Harga Bitcoin bergerak seirama dengan reli pasar ekuitas Amerika Serikat (AS) karena investor semakin meningkatkan pengambilan risiko di seluruh pasar di dunia.
Harga Bitcoin ini melonjak melewati US$ 123.500 pada Rabu malam di New York, melampaui rekor tertinggi sepanjang masa sebelumnya di US$ 123.205,12 yang dicapai pada 14 Juli 2025. Bahkan BTC sempat menembus US$ 124.000 pada Kamis (14/8).
Tonggak sejarah ini terjadi segera setelah S&P 500 ditutup dengan mencetak rekor untuk dua hari berturut-turut. Ini memperpanjang kenaikan musim panas yang telah membawa indeks acuan ke level tertinggi secara berulang.
BTC telah meningkat secara stabil hampir sepanjang tahun lalu sebagai hasil dari iklim legislatif yang bersahabat di Washington yang dipelopori oleh Presiden AS Donald Trump.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) masih menguat. Bitcoin naik 2,17 persen dalam 24 jam dan 7,35 persen sepekan.
Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 60.554 per atau setara Rp 954 juta (asumsi kurs Rp 15.756 per dolar AS).
Ethereum (ETH) turut menguat. ETH naik 0,05 persen sehari terakhir dan 9,12 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 42,6 juta per koin.
Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) masih menguat. Dalam 24 jam terakhir BNB menguat 1,58 persen dan 7,41 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 8,26 juta per koin.
Kemudian Cardano (ADA) masih berada di zona hijau. ADA terbang 1,20 persen dalam 24 jam terakhir dan 2,50 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 5.363 per koin.
Adapun Solana (SOL) juga menguat. SOL naik 1,55 persen dalam sehari dan 1,21 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 2,31 juta per koin.
XRP terpantau masih berada di zona hijau. XRP naik 1,80 persen dalam 24 jam dan 13,60 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 9.095 per koin.
Kripto koin Meme Dogecoin (DOGE) kembali terkoreksi. Dalam satu hari terakhir DOGE turun 0,49 persen, tetapi masih menguat 10,00 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 1.681 per token.
Perusahaan publik, yang dipimpin oleh Strategi Michael Saylor, telah meningkatkan permintaan dengan mengikuti taktik perusahaan yang semakin populer yaitu menimbun Bitcoin.
Strategi ini baru-baru ini menyebar ke pesaing yang lebih kecil, seperti Ether (ETH), yang menyebabkan peningkatan luas di seluruh aset digital.
Kapitalisasi pasar Bitcoin naik menjadi sekitar US$ 2,5 triliun dan Ether menjadi hampir US$ 575 miliar, dengan kedua token tersebut menguasai sekitar 70% dari seluruh kripto yang diperdagangkan, menurut CoinGecko.
Data inflasi AS sesuai dengan ekspektasi minggu ini, memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada bulan September, melonggarkan kondisi keuangan dan mendorong aliran modal dari ekuitas blue-chip ke token digital yang volatil.
“Kripto telah berkorelasi positif dengan ekuitas, dengan hubungan yang lebih kuat untuk ETH daripada BTC,” kata Chris Newhouse, direktur riset di Ergonia seperti dikutip Bloomberg, Kamis (14/8).
Kenaikan Ether didorong oleh permintaan berkelanjutan dari perusahaan-perusahaan treasury yang baru aktif, sementara kenaikan Bitcoin yang lebih stabil ditopang oleh arus masuk yang terus-menerus diperdagangkan di bursa meskipun menghadapi resistensi teknis.
“Kombinasi dari inflasi yang moderat, meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga, dan partisipasi institusional yang belum pernah terjadi sebelumnya melalui ETF telah menciptakan dorongan yang kuat,” kata Ben Kurland, CEO platform riset kripto DYOR.













