International

Menlu Italia Khawatir Pengiriman Pasukan NATO ke Ukraina Picu Perang Dunia

×

Menlu Italia Khawatir Pengiriman Pasukan NATO ke Ukraina Picu Perang Dunia

Sebarkan artikel ini
NATO
Menlu Italia wanti-wanti pengiriman pasukan NATO ke Ukraina picu Perang Dunia 3. Foto: Antara/Anadolu

Ringkasan Berita

  • Dia menilai pengiriman pasukan NATO sangat berisiko menyebabkan terjadinya Perang Dunia Ketiga.
  • Pernyataan sang Menlu muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron melontarkan gagasan pengiriman pasukan untuk me…
  • Tajani juga mengomentari perang yang sedang berlangsung di Gaza dengan mengatakan bahwa Italia harus bekerja sama den…

TOPIKSERU.COM, ROMA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia Antonio Tajani mewanti-wanti meletusnya Perang Dunia 3 dengan pengiriman pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) ke Ukraina.

Dia menilai pengiriman pasukan NATO sangat berisiko menyebabkan terjadinya Perang Dunia Ketiga.

“Saya pikir NATO tidak seharusnya memasuki Ukraina. Ini akan menjadi sebuah kesalahan,” kata Tajani di Verona, Italia Utara, seperti dilansir Anadolu, Jumat (15/3).

Kendati Antonio setuju membantu Ukraina mempertahankan diri, tetapi dia menolak keputusan pengiriman pasukan.

“Kita perlu membantu Ukraina mempertahankan diri, tetapi memasuki negara itu untuk berperang melawan Rusia berisiko menyebabkan Perang Dunia Ketiga,” kata Antonio Tajani.

Baca Juga  Polandia - Rusia Memanas, Pasukan NATO dapat Izin Masuk, PD III?

Pernyataan sang Menlu muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron melontarkan gagasan pengiriman pasukan untuk membela Ukraina dari agresornya.

“Tentara kami pandai dalam melakukan apa yang mereka lakukan, melindungi kapal kami di Laut Merah, atau melakukan dengan baik apa yang mereka lakukan di Lebanon, Afrika, dan Irak. Mereka adalah pembawa perdamaian dan kebebasan,” kata Tajani.

Tajani juga mengomentari perang yang sedang berlangsung di Gaza dengan mengatakan bahwa Italia harus bekerja sama dengan negara-negara Muslim moderat seperti Mesir, untuk mencapai perjanjian perdamaian di Jalur Gaza.

“Mesir adalah aktor penting dalam mencoba dan menciptakan kesepakatan yang akan membawa perdamaian di Gaza. Mesir, seperti Qatar, adalah negara fundamental bagi stabilitas kawasan ini dan Mediterania,” ujarnya.(*)

Sumber: Antara