BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Semakin Melemah 28,713 Poin ke Level 8.022,405 di Perdagangan Sesi I Siang Ini

×

IHSG Semakin Melemah 28,713 Poin ke Level 8.022,405 di Perdagangan Sesi I Siang Ini

Sebarkan artikel ini
IHSG
Pada akhir perdagangan sesi pertama hari ini. Senin (22/9/2025) pukul 12.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin melemah 28,713 poin atau 0,36% ke level 8.022,405 di pasar spot.

Ringkasan Berita

  • Senin (22/9/2025) pukul 12.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin melemah 28,713 poin atau 0,36% ke level 8….
  • Sementara itu, IDX Sektor Infrastruktur menjadi sektoral dengan penguatan terbesar setelah naik 1,65% pada akhir perd…
  • Sektor dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Keuangan yang turun 0,57% di sesi pertama.

Topikseru.com – Pada akhir perdagangan sesi pertama hari ini. Senin (22/9/2025) pukul 12.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin melemah 28,713 poin atau 0,36% ke level 8.022,405 di pasar spot.

Pelemahan IHSG ini hanya disokong minoritas indeks sektoral. Sektor dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Keuangan yang turun 0,57% di sesi pertama.

Disusul, IDX Sektor Kesehatan yang terlihat melemah 0,32%.

Sementara itu, IDX Sektor Infrastruktur menjadi sektoral dengan penguatan terbesar setelah naik 1,65% pada akhir perdagangan sesi pertama.

Berikutnya, IDX Sektor Energi yang naik 1,2%, IDX Sektor Barang Baku menguat 0,88%, IDX Sektor Transportasi dan Logistik naik 0,81%.

Diikuti, IDX Sektor Barang Konsumen Primer naik 0,61%, IDX Sektor Perindustrian naik 0,59%, IDX Sektor Properti dan Real Estate naik 0,46%.

Lalu ada IDX Sektor Teknologi yang naik 0,37% dan IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer menguat 0,16%.

Total volume transaksi bursa mencapai 23,53 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 11,08 triliun. Sebanyak 291 saham turun harga, 364 naik harga dan 145 flat.

Top gainers LQ45 siang ini terdiri dari:

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 6,33%
PT Merdeka Battery Minerals Tbk (MBMA) naik 5,53%
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 4,62%
Top losers LQ45 siang ini adalah:

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 7,17%
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turun 5,02%
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 4,39%

Phintraco Sekuritas: IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak sideways pada perdagangan hari ini (22/9/2025). Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup menguat 0,53% atau 42,68 poin ke level 8.051,12 pada Senin (19/9/2025).

Baca Juga  IHSG Menghijau Pagi Ini di Perdagangan Kamis (28/8/2025): IDX Sektor Barang Baku Naik 1,09%

Alhasil, IHSG telah mengakumulasi kenaikan 2,51% di pekan lalu.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, investor akan mencermati keputusan kebijakan moneter China pada Senin (22/9) yang diperkirakan akan mempertahankan Loan Prime Rate 1 tahun dan 5 tahun masing-masing sebesar 3% dan 3.5%.

Dari sisi eksternal, pasar akan mencermati rilis data Core PCE Prices AS untuk Agustus 2025 pada Jumat (26/9), yang diperkirakan tetap berada di level 0,3% MoM.

Sementara itu, dari dalam negeri, pada Senin (23/9) dijadwalkan publikasi data M2 Money Supply Agustus 2025.

Secara teknikal, indikator Stochastic RSI cenderung memasuki area overbought, namun histogram MACD masih di area positif.

“IHSG diperkirakan masih akan bergerak sideways pada kisaran 7.970-8.070, sambil menantikan katalis baru yang cukup kuat,” kata Valdy dalam risetnya.

Sementara itu, Analis Sinarmas Sekuritas Eddy Wijaya memprediksi, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan di perdagangan hari ini (22/9/2025).

“Kisaran range IHSG 7.983 – 8.091,” jelas Eddy.

Eddy menambahkan, ada sejumlah sektor yang bisa menarik untuk dicermati oleh para investor. Pertama, sektor perbankan. Sektor ini didukung oleh tren suku bunga rendah yang bisa menumbuhkan laju kredit.

Kedua, sektor properti dan infrastruktur. Ini seiring penurunan biaya pinjaman yang berpotensi meningkatkan aktivitas proyek dan permintaan KPR.

Ketiga, konsumer dan ritel bisa menjadi pilihan karena kredit yang lebih murah dapat memperkuat belanja rumah tangga. Terakhir ada sektor emas yang berpeluang menguat.

Untuk rekomendasi saham, Eddy menjatuhkan pilihannya ke saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) dengan target harga masing-masing di Rp 2.750-Rp 2.850 dan Rp 1.655-Rp 1.700 per saham.

Sementara, Valdy mengungkapkan ada sejumlah saham yang dapat diperhatikan pada pekan depan, antara lain PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).