InternationalNews

UNRWA: Seluruh Negara Sepakat Danai Kemanusiaan di Palestina, Kecuali 3 Negara Ini

×

UNRWA: Seluruh Negara Sepakat Danai Kemanusiaan di Palestina, Kecuali 3 Negara Ini

Sebarkan artikel ini
Israel
Ilsutrasi - Jerman tidak akan mendukung kebijakan pendudukan Israel di wilayah Palestina. Foto: ANTARA/Anadolu

Ringkasan Berita

  • Philippe mengatakan sedangkan Amerika Serikat belum memutuskan hingga Maret 2025 apakah akan melanjutkan pendanaan at…
  • UNRWA adalah badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang mengurus pengungsi korban konflik di Palestina.
  • "Amerika Serikat dengan jelas mengindikasikan bahwa mereka akan membekukan penangguhan tersebut hingga Maret 2025.

TOPIKSERU.COM, JENEWA – Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan pada Selasa seluruh negara sepakat melanjutkan pendanaan terhadap badan kemanusiaan terbesar di Gaza ini, kecuali Inggris, Austria, dan Swiss.

UNRWA adalah badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang mengurus pengungsi korban konflik di Palestina.

Philippe mengatakan sedangkan Amerika Serikat belum memutuskan hingga Maret 2025 apakah akan melanjutkan pendanaan atau tidak.

“Amerika Serikat dengan jelas mengindikasikan bahwa mereka akan membekukan penangguhan tersebut hingga Maret 2025. Inggris belum mengambil keputusan karena larangan kongres,” kata Lazzarini pada konferensi pers di Jenewa.

Dia menambahkan bahwa belum ada keputusan yang diambil oleh Austria dan Swiss.

“Jadi ketiga negara tersebut masih melakukan penangguhan, semua negara lainnya sudah melanjutkan,” ujar Lazzarini.

Sedangkan untuk penangguhan Italia, dia menyebut bahwa negara tersebut belum berkontribusi ke UNRWA sejak pemerintahan baru berkuasa.

“Dengan diumumkannya kontribusi baru kepada UNRWA, kami dapat tetap beroperasi hingga Juni dan berencana melanjutkan operasi hingga Agustus,” kata Philippe.

Baca Juga  Israel Telah Menewaskan Hampir 1000 Tenaga Medis Palestina

Lazzarini menjelaskan bahwa jumlah dana yang mengalami penangguhan sebesar 257 juta dolar AS atau sekitar Rp 4,1 triliun.

Dia juga mengatakan Tel Aviv belum mengeluarkan perintah evakuasi kepada warga Palestina di Kota Rafah, Jalur Gaza Selatan, di tengah rencana serangan militer Israel.

“Masyarakat belum diminta untuk mengungsi dari Rafah, tetapi jika tidak ada kesepakatan pekan ini, hal itu (serangan Israel) bisa terjadi kapan saja,” ujar Lazzarini.

Dia menyebut bahwa saat ini ada kecemasan luar biasa di Gaza tentang rencana serangan militer tersebut.

Kondisi Pangan Langka

Philippe Lazzarini menyebut kondisi pangan, lebih banyak makanan sekarang tersedia di pasar, tetapi tidak mudah mendapatkan karena tidak ada uang tunai yang beredar.

Sedangkan jumlah pangan yang tersedia tidak cukup untuk mengatasi kelaparan.

Dia menekankan bahwa UNRWA masih belum memiliki akses ke Gaza utara. Setiap kali pihaknya memberangkatkan konvoi bantuan ke utara dari selatan, Israel menolak mereka.

“Proses untuk mendapatkan izin pengiriman ke tempat lain di wilayah kantong Palestina itu rumit dan sangat tidak praktis,” pungkasnya.(*)

Sumber: Antara