Ekonomi dan Bisnis

SPBU 14.203.159 Tanjung Morawa Diduga Jual BBM Bercampur Air, Pertamina Bertindak Cepat

×

SPBU 14.203.159 Tanjung Morawa Diduga Jual BBM Bercampur Air, Pertamina Bertindak Cepat

Sebarkan artikel ini
SPBU 14.203.159 Tanjung Morawa Deli Serdang
Pertamina Patra Niaga Sumbagut pastikan pemeriksaan dan penggantian kepada konsumen terdampak SPBU SPBU 14.203.159 Tanjung Morawa Deli Serdang

Ringkasan Berita

  • Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw,…
  • Menanggapi laporan masyarakat, Pertamina Patra Niaga Sumbagut (Sumatera Bagian Utara) langsung bergerak cepat melakuk…
  • Kronologi Dugaan BBM Bercampur Air Laporan bermula dari sejumlah pengendara yang mengeluh mesin mobil dan motor merek…

Topikseru.com – Dugaan BBM bercampur air di SPBU 14.203.159 Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, bikin heboh warganet. Menanggapi laporan masyarakat, Pertamina Patra Niaga Sumbagut (Sumatera Bagian Utara) langsung bergerak cepat melakukan investigasi menyeluruh.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan Pertamina memastikan telah melakukan pemeriksaan terhadap tangki pendam, nozzle dispenser, serta sampel BBM di lokasi.

Hasil sementara menunjukkan indikasi adanya air yang masuk ke sistem penyimpanan, diduga dari area pengisian yang kini sedang diperbaiki secara fisik.

“Kami sudah turunkan tim teknis untuk memastikan kualitas BBM di lokasi tersebut. Saat ini proses perbaikan fisik sedang berjalan dan SPBU dihentikan sementara,” ujar Fahrougi Andriani Sumampouw dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (24/10/2025).

Kronologi Dugaan BBM Bercampur Air

Laporan bermula dari sejumlah pengendara yang mengeluh mesin mobil dan motor mereka mogok setelah pengisian BBM di SPBU Tanjung Baru. Tak butuh waktu lama, informasi tersebut menyebar cepat di media sosial hingga viral di komunitas otomotif lokal.

Pertamina kemudian menurunkan tim inspeksi gabungan bersama pengelola SPBU untuk melakukan pengecekan lapangan. Pemeriksaan awal memang menemukan potensi air di tangki penyimpanan, diduga akibat rembesan atau kebocoran kecil pada sistem saluran pengisian bawah tanah.

SPBU Dihentikan Sementara, Konsumen Dapat Ganti Rugi

Sebagai bentuk tanggung jawab, pengelola SPBU telah mengganti kerugian konsumen yang terdampak, termasuk menanggung biaya perbaikan kendaraan yang mengalami kerusakan akibat BBM terkontaminasi air.

“Konsumen yang kendaraannya terdampak sudah kami bantu, termasuk penggantian BBM dan perbaikan ringan,” ujar pengelola SPBU.

Selama proses investigasi berlangsung, penyaluran BBM di SPBU tersebut dihentikan sementara untuk menjaga keamanan dan memastikan tidak ada produk tercemar yang beredar.

Sampel BBM Diuji Lab, Hasilnya Segera Diumumkan

Tim Pertamina telah mengambil sampel BBM untuk diuji di laboratorium internal. Hasil uji akan menentukan tingkat kontaminasi dan penyebab pasti masuknya air ke sistem penyimpanan SPBU.

Pertamina menegaskan, standar mutu BBM di seluruh jaringan resmi wajib memenuhi spesifikasi nasional, dan pelanggaran apa pun akan ditindak tegas.

“Setiap lembaga penyalur resmi berada di bawah pengawasan Pertamina. Jika terbukti ada kelalaian, akan kami tindak sesuai ketentuan,” tegas Fahrougi Andriani.

Pertamina Imbau Lapor ke Call Center 135

Sebagai langkah antisipatif, Pertamina mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap keluhan atau dugaan BBM tidak layak pakai melalui Pertamina Call Center 135.

Laporan resmi memungkinkan tim Pertamina menindaklanjuti secara cepat dan terukur di lapangan.