BursaEkonomi dan Bisnis

Rupiah Spot Menguat Tipis 0,1% di Level Rp16.620 Per Dolar AS Pagi Ini

×

Rupiah Spot Menguat Tipis 0,1% di Level Rp16.620 Per Dolar AS Pagi Ini

Sebarkan artikel ini
Rupiah Spot
rupiah spot menguat 0,1% dibanding penutupan pada hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.636 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia.

Topikseru.com – Pada awal perdagangan hari ini. Jumat (31/10/2025) rupiah spot dibuka menguat tipis berada di level Rp 16.620 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.

Ini membuat rupiah spot menguat 0,1% dibanding penutupan pada hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.636 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia.

Hingga pukul 09.04 WIB, pergerakan mata uang di Asia bervariasi dengan kecenderungan menguat. Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,22%.

Selanjutnya, baht Thailand yang terkerek 0,19% dan yen Jepang terangkat 0,17%. Disusul, won Korea Selatan yang menanjak 0,16%.

Berikutnya ada dolar Singapura yang terapresiasi 0,09% dan ringgit Malaysia naik 0,05%. Lalu dolar Hongkong yang menguat tipis 0,02%.

Sementara itu, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,12% terhadap the greenback.

Kemudian ada yuan China yang melemah tipis 0,01% pada perdagangan pagi ini.

Analis Pasar: Rupiah Diproyeksikan Bergerak di Rentang Rp16.636–Rp16.650 Per Dolar AS

Rupiah
rupiah spot melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) usai The Fed memangkas suku bunga di perdagangan Jumat (31/10/2025)

Pada perdagangan Jumat (31/10/2025) rupiah spot melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) usai The Fed memangkas suku bunga.

Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,11% secara harian ke level Rp 16.636 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah melemah 0,05% secara harian ke posisi Rp 16.640 per dolar AS.

Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka, Sutopo Widodo memproyeksikan pergerakan rupiah spot untuk Jumat (31/10/2025) sangat bergantung pada penutupan sesi pasar AS malam ini dan sentimen pembukaan pasar Asia.

Mengingat tren pelemahan jangka panjang rupiah sebesar 5,75% dalam 12 bulan terakhir, momentum penguatan US dollar yang baru terjadi dapat berlanjut.

Baca Juga  Rupiah Spot Menguat 0,05% di Level Rp16.565 Per Dolar AS di Perdagangan Selasa (14/10/2025) Pagi Ini

Hal ini mendorong nilai tukar USD/IDR untuk menguji kembali level resistensi di atas Rp 16.650.

Namun, penguatan bulanan yang tipis sebesar 0,14% menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi yang rapuh.

“Jika tidak ada kejutan data ekonomi AS yang besar malam ini, volatilitas diperkirakan akan tetap tinggi, dengan rupiah berjuang untuk bertahan di bawah level psikologis Rp 16.700 per dolar AS,” ujar Sutopo.

Sutopo menambahkan, pergerakan imbal hasil obligasi Treasury AS, khususnya yield 10-tahun, perlu dipantau. Kenaikan yield ini akan meningkatkan daya tarik dolar dan menekan rupiah.

Di sisi domestik, intervensi dan komunikasi dari Bank Indonesia (BI) serta aliran dana asing ke pasar obligasi dan saham domestik akan menjadi penentu penting yang dapat memberikan bantalan atau tekanan tambahan bagi nilai tukar rupiah.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah pada Kamis (30/10/2025) melemah karena tertekan oleh penguatan dolar AS.

Ini menyusul sikap hawkish the Fed pada FOMC semalam. Di sisi lain rupiah masih terus tertekan oleh prospek pemangkasan suku bunga BI dan kebijakan longgar pemerintah.

Selain itu, walau pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump dikabarkan menghasilkan sesuatu yang konkrit dan positif, namun detail masih belum tersedia. Investor masih cenderung wait and see untuk detail dari kesepakatan China-AS.

“Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah, namun BI diperkirakan akan terus aktif mengintervensi,” ucap Lukman.

Sutopo memproyeksikan rupiah pada Jumat (31/10/2025) bergerak di rentang Rp 16.636 – Rp 16.650 per dolar AS. Lukman memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp 16.600 – Rp 16.700 per dolar AS.