Ringkasan Berita
- Pertemuan itu berlangsung sehari setelah Sopian menjalani pemeriksaan di Polrestabes Medan terkait laporan dugaan pen…
- Bobby Nasution menegaskan pemerintah daerah menginginkan penyelesaian yang damai, namun tetap siap memberi dukungan p…
- Sopian kemudian membuat visum medis dan melapor ke Polsek Kutalimbaru dengan nomor laporan LP/B/39/IX/2025/SPKT/POLSE…
Topikseru.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendatangi rumah guru honorer Sopian Daulai Nadeak di Kota Binjai, Jumat, untuk meredam konflik yang berujung laporan polisi antara guru dengan orang tua murid dari SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.
Pertemuan itu berlangsung sehari setelah Sopian menjalani pemeriksaan di Polrestabes Medan terkait laporan dugaan penganiayaan.
Bobby Nasution menegaskan pemerintah daerah menginginkan penyelesaian yang damai, namun tetap siap memberi dukungan penuh kepada guru yang bertindak sesuai tugas profesionalnya.
“Kami ingin perdamaian. Harapannya sekolah, murid, dan orang tua bisa duduk bersama. Namun bila guru benar dalam menjalankan tugas, Pemerintah Provinsi akan membackup,” kata Bobby usai bertemu Sopian di kediamannya.
Kronologi Singkat Insiden
Kasus bermula saat Sopian melakukan upaya melerai perkelahian antara dua murid di sekolah pada Jumat, 3 Oktober. Dia membawa salah satu murid ke ruang bimbingan konseling untuk menenangkan situasi.
Namun, kemudian orang tua salah satu siswa datang ke sekolah dan memukul siswa lawan, bahkan sempat memukul Sopian hingga mengalami luka pada bibir dan lebam di sekitar mata.
Sopian kemudian membuat visum medis dan melapor ke Polsek Kutalimbaru dengan nomor laporan LP/B/39/IX/2025/SPKT/POLSEK KUTALIMBARU. Insiden juga berlanjut di luar sekolah, di mana Sopian kembali menjadi korban pemukulan.
Teguran Sekaligus Perlindungan
Bobby meminta agar kedua belah pihak menempuh jalur damai jika memungkinkan, termasuk pencabutan laporan. Namun, gubernur juga mengingatkan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan guru yang melakukan tugas mendidik justru menjadi pihak yang dirugikan.
“Kalau orang tua bersikeras tidak mau berdamai, pemerintah siap memberi dukungan penuh kepada guru yang dilaporkan padahal sedang menegakkan disiplin,” ujar Bobby.
Gubernur juga meminta Sopian tidak mundur dari profesinya. Sekolah memberi kesempatan istirahat sementara agar guru tersebut dapat memulihkan diri.
“Jangan mengundurkan diri. Ambil cuti bila perlu untuk menenangkan pikiran dan memulihkan kondisi,” ujar Bobby.
Pesan untuk Para Pendidik dan Orang Tua
Bobby mengimbau semua guru di Sumut untuk bertindak tegas bila menghadapi pelanggaran disiplin, namun mengingatkan agar hukuman tidak dilakukan secara berlebihan sehingga menimbulkan luka fisik atau trauma pada anak.
“Saya percaya guru-guru kita bertindak untuk kebaikan. Teguran boleh diberikan, tetapi jangan sampai melukai secara fisik. Hukuman harus memberi efek jera, bukan trauma,” kata gubernur.
Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang batasan peran orang tua di lingkungan sekolah dan pentingnya perlindungan terhadap tenaga pendidik yang menjalankan tugasnya menertibkan murid.













