Edukasi

SMP Al Azhar Medan Kembangkan Program CIBI, Rumah bagi Anak-Anak Ber-IQ di Atas 130

×

SMP Al Azhar Medan Kembangkan Program CIBI, Rumah bagi Anak-Anak Ber-IQ di Atas 130

Sebarkan artikel ini
SMP Al Azhar Medan
Khanzania Mumtaza, siswi program CIBI SMP Al Azhar Medan, tampak serius mengikuti pembelajaran di kelas khusus anak ber-IQ tinggi. Program ini memberi ruang bagi siswa berpikir bebas dan bereksperimen sesuai gaya belajar masing-masing. Foto : Topikseru.com/Mangara Wahyudi

Ringkasan Berita

  • Kepala Sekolah SMP Al Azhar Medan, Syaiful Anshari, menjelaskan, "Kami punya kelas percepatan dua tahun untuk anak-an…
  • Mereka bukan hanya cepat memahami pelajaran, tapi juga punya cara berpikir yang berbeda dari umumnya." Kelas Kecil, P…
  • Program ini dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan siswa berbakat, bukan sekadar percepatan akademik.

Topikseru.com – Di tengah sistem pendidikan konvensional, SMP Al Azhar Medan tampil beda dengan menghadirkan program Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CIBI), khusus bagi anak-anak dengan IQ minimal 130 dan pola belajar yang unik. Program ini dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan siswa berbakat, bukan sekadar percepatan akademik.

Kepala Sekolah SMP Al Azhar Medan, Syaiful Anshari, menjelaskan, “Kami punya kelas percepatan dua tahun untuk anak-anak CIBI. Mereka bukan hanya cepat memahami pelajaran, tapi juga punya cara berpikir yang berbeda dari umumnya.”

Kelas Kecil, Pembelajaran Fleksibel

Kelas CIBI dibatasi maksimal 20 siswa per kelas untuk memudahkan guru memahami karakter masing-masing anak.

Guru-guru juga diseleksi khusus, bukan hanya menguasai materi, tetapi mampu mengenali gaya belajar kinestetik, auditori, dan visual.

Metode pembelajaran dikemas interaktif, menyenangkan, dan berbasis praktik. Dari outing class hingga proyek sains inovatif, siswa diajak memahami makna pelajaran, bukan sekadar menghafal.

Prestasi Internasional dari Anak CIBI

Salah satu siswa unggulan, Achmad Daffa, memimpin tim inovasi yang berhasil meraih medali perunggu di ajang Penemu Muda Internasional di Taiwan.

Proyek mereka menciptakan batu bata paving block dari sampah dan residu padi, hasil eksperimen tiga bulan yang bisa menyerap air.

Daffa sebelumnya sudah menjuarai berbagai olimpiade sains sejak SD dan bermimpi menjadi programmer AI.

Sementara itu, Khanzania Mumtaza, rekannya, menonjol dalam seni dan bahasa. Ia aktif dalam lomba baca puisi, prakarya, dan memiliki cita-cita menjadi dosen atau content creator.

Kreativitas dan Keseimbangan

Guru matematika CIBI, Anggita Ulan, menuturkan bahwa siswa CIBI selalu memiliki pertanyaan unik dan cepat memahami materi.

Namun, mereka juga cepat bosan, sehingga metode pembelajaran harus variatif melalui game, kuis, dan proyek kelompok.

Program CIBI menekankan keseimbangan antara percepatan akademik dan ruang bermain.

“Yang utama jangan sampai mereka terbebani. Waktu istirahat tetap ada, karena anak berbakat juga butuh ruang bermain,” ujar Syaiful.

Dengan pendekatan personal, SMP Al Azhar Medan ingin menjadi rumah bagi semua tipe siswa – reguler, inklusif, dan cerdas istimewa.

“Setiap anak unik. Tugas kami bukan menyamakan, tapi memfasilitasi mereka tumbuh dengan cara terbaiknya,” tutup Syaiful.