Daerah

Kebakaran Hutan Lindung Gunung Setan Hanguskan Satu Hektare Lahan di Padangsidimpuan, BPBD Pantau Titik Api

×

Kebakaran Hutan Lindung Gunung Setan Hanguskan Satu Hektare Lahan di Padangsidimpuan, BPBD Pantau Titik Api

Sebarkan artikel ini
Kebakaran hutan Padangsidimpuan
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara (Sumut) mencatat area seluas satu hektare terdampak akibat kebakaran hutan dan lahan di Kota Padangsidimpuan

Ringkasan Berita

  • Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut melaporkan sekitar satu hektare kawasan hutan …
  • Peristiwa kebakaran di area Gunung Setan itu dilaporkan muncul sekitar pukul 12.30 WIB.
  • "Pemerintah daerah setempat sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan assessment dan langkah ce…

Topikseru.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Sumatera Utara. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut melaporkan sekitar satu hektare kawasan hutan lindung di Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, hangus dilalap api, Minggu (2/11/2025) siang.

Peristiwa kebakaran di area Gunung Setan itu dilaporkan muncul sekitar pukul 12.30 WIB. Meski cukup luas terdampak, tidak ditemukan adanya korban jiwa, luka-luka, maupun warga mengungsi.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyebutkan bahwa data yang diterima merupakan laporan sementara yang masuk ke Pusdalops.

Baca Juga  Akses Informasi Terputus: Situs BPBD Sumut Tidak Bisa Diakses Saat Ribuan Warga Mengungsi

“Pemerintah daerah setempat sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan assessment dan langkah cepat penanganan di lokasi terdampak,” ujarnya.

Dia memastikan bahwa tim gabungan dari BPBD Sumut dan BPBD Padangsidimpuan telah turun ke lokasi untuk memadamkan api serta melakukan pendampingan.

“Api sudah berhasil dipadamkan, namun personel di lapangan masih melakukan pemantauan untuk mencegah potensi munculnya titik api baru,” kata Sri Wahyuni.

Pengawasan intensif tetap dilakukan mengingat musim panas masih berlangsung dan potensi kebakaran dapat kembali terjadi akibat kondisi lahan kering dan angin kencang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BPBD terus memonitor perkembangan situasi untuk memastikan keamanan kawasan hutan lindung tersebut.