Ringkasan Berita
- Pernyataan tersebut dilontarkannya di hadapan media dalam Kongres III Projo yang digelar di Jakarta Pusat, Minggu (2/…
- Projo Lahir dari Gerakan Rakyat Menurutnya, Projo bukan sekadar organisasi relawan biasa, melainkan gerakan yang bera…
- Budi menilai pemberitaan yang berkembang terkesan menggiring opini publik bahwa Projo kini jauh dari sosok Jokowi.
Topikseru.com – Ketua Umum Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak pernah memutus hubungan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Pernyataan tersebut dilontarkannya di hadapan media dalam Kongres III Projo yang digelar di Jakarta Pusat, Minggu (2/11/2025).
Budi menilai pemberitaan yang berkembang terkesan menggiring opini publik bahwa Projo kini jauh dari sosok Jokowi. Ia menolak keras narasi tersebut.
“Seolah-olah Projo putus hubungan dengan Pak Jokowi. Jangan di-framing. Projo ini lahir karena ada Pak Jokowi,” tegas Budi.
Projo Lahir dari Gerakan Rakyat
Menurutnya, Projo bukan sekadar organisasi relawan biasa, melainkan gerakan yang berakar dari kehendak rakyat untuk melahirkan pemimpin dari rahim rakyat itu sendiri.
“Projo sejatinya lahir karena ada seorang pemimpin rakyat yang harus lahir dari kandungan rakyat itu sendiri yang bernama Bapak Joko Widodo,” lanjutnya.
Budi mengaku heran dengan munculnya narasi yang mencoba membenturkan pihaknya dengan Jokowi.
“Tolong semua media jangan mengadu domba sesama anak bangsa,” pintanya.
Soal Logo Projo: Transformasi, Bukan Jarak
Dalam kesempatan itu, ia juga menanggapi isu perubahan logo Projo, yang sebelumnya menampilkan siluet wajah Jokowi.
Isu ini sempat memantik spekulasi jarak antara organisasi dan mantan presiden.
Budi memastikan perubahan logo bukan tanda renggangnya hubungan kedua pihak.
“Tadi pagi saya masih komunikasi dengan Pak Jokowi. Perubahan logo ini adalah bagian dari transformasi organisasi Projo untuk menjawab tantangan zaman,” kata Budi.
Perubahan ini disebut sebagai dorongan untuk menyiapkan Projo menghadapi agenda jangka panjang.
Menariknya, Projo akan menggelar sayembara nasional untuk menentukan logo baru.
“Kita sayembarakan, agar partisipasi publik bisa muncul dalam logo Projo yang baru,” tambahnya.
Budi Arie Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum
Kongres III yang digelar pada 1–2 November 2025 itu juga menetapkan Budi Arie Setiadi kembali memimpin Projo untuk periode 2025–2030.
Dukungan mayoritas relawan menguatkan posisinya untuk kembali memimpin transformasi organisasi tersebut.
Narasi Adu Domba Dinilai Berbahaya
Budi menutup pernyataannya dengan mengingatkan semua pihak untuk menjaga persatuan bangsa.
“Apapun perbedaannya, kita harus saling menjaga. Rumah politik ini harus jadi ruang persatuan, bukan perpecahan,” ujarnya.












