Daerah

Banjir Surut, Warga Sei Mati Masih Bertahan di Pengungsian karena Faktor Kesehatan

×

Banjir Surut, Warga Sei Mati Masih Bertahan di Pengungsian karena Faktor Kesehatan

Sebarkan artikel ini
banjir Medan 2025
Warga yang terdampak banjir bertahan di posko pengungsian di Aula Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). Topikseru.com/Agus Sinaga

Ringkasan Berita

  • Para pengungsi yang masih bertahan sebagian besar merupakan lansia, anak-anak, serta warga dengan kondisi kesehatan y…
  • Salah satunya adalah Sopiah Nasution (65).
  • Sopiah mengatakan bahwa ia sudah mendapat pemeriksaan dari tenaga kesehatan yang berjaga di posko.

Topikseru.com – Meski banjir di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, mulai berangsur surut pada Jumat (28/11/2025), sejumlah warga memilih tetap bertahan di posko pengungsian. Para pengungsi yang masih bertahan sebagian besar merupakan lansia, anak-anak, serta warga dengan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk kembali ke rumah.

Salah satunya adalah Sopiah Nasution (65). Ia mengaku belum bisa pulang karena kondisi kesehatannya tengah menurun, ditambah suaminya yang sedang mengalami stroke. Rumah mereka ikut terendam banjir hingga seluruh perabotan rusak.

“Udah tenggelam semua barang di rumah. Kesehatan saya pun lagi nggak baik, bapak juga kena stroke. Jadi kami memilih tetap di sini dulu,” ujarnya sambil menunjukkan luka pada kakinya.

Sopiah mengatakan bahwa ia sudah mendapat pemeriksaan dari tenaga kesehatan yang berjaga di posko.

Baca Juga  Banjir Medan: 5 Kecamatan Terendam, Ratusan Rumah Rusak, Ratusan Jiwa Mengungsi

“Tadi sudah dicek sama petugas kesehatan. Mudah-mudahan bisa cepat pulih,” tambahnya.

Lansia dan Warga Rentan Jadi Fokus Penanganan

Kondisi warga rentan – khususnya lansia, ibu dan anak, serta pengidap penyakit bawaan – menjadi perhatian utama para petugas di lokasi pengungsian.

Pemeriksaan kesehatan rutin terus dilakukan untuk mencegah penyakit akibat paparan air kotor dan cuaca lembap.

Sebagian Warga Mulai Pulang, Sebagian Lagi Tetap Bertahan

Lurah Sei Mati, M. Hizril Angkat, membenarkan bahwa banjir di kawasan itu mulai menurun. Namun, masih ada warga yang memilih bertahan karena faktor kesehatan maupun kondisi rumah yang belum siap ditempati.

“Air memang sudah mulai surut sejak siang, tapi sebagian warga masih bertahan di pengungsian. Kita tetap siagakan bantuan dan tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Hingga sore hari, petugas gabungan masih memantau area permukiman untuk memastikan keamanan serta membantu warga yang ingin kembali ke rumah.