Ekonomi dan Bisnis

Penjualan Aksesoris Natal di Pusat Pasar Medan Turun Hingga 50 Persen, Pedagang Terdampak Bencana dan Persaingan Online

×

Penjualan Aksesoris Natal di Pusat Pasar Medan Turun Hingga 50 Persen, Pedagang Terdampak Bencana dan Persaingan Online

Sebarkan artikel ini
aksesoris Natal
Penjualan aksesoris Natal di Pusat Pasar, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, mengalami penurunan signifikan pascabencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Senin (15/12/2025). Topikseru.com/Agus Sinaga

Ringkasan Berita

  • Penurunan ini dipicu oleh beberapa faktor utama, mulai dari dampak bencana alam di Sumatera Utara, melemahnya daya be…
  • Sejumlah pedagang mengaku omzet penjualan mereka anjlok hingga 50 persen dibandingkan dengan periode Natal tahun sebe…
  • Salah satu pedagang aksesoris Natal, Gombloh Napitupulu, mengatakan bahwa kondisi penjualan tahun ini jauh lebih sepi…

Topikseru.comPenjualan aksesoris Natal di Pusat Pasar, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, mengalami penurunan signifikan menjelang perayaan Natal 2025.

Sejumlah pedagang mengaku omzet penjualan mereka anjlok hingga 50 persen dibandingkan dengan periode Natal tahun sebelumnya.

Penurunan ini dipicu oleh beberapa faktor utama, mulai dari dampak bencana alam di Sumatera Utara, melemahnya daya beli masyarakat, hingga ketatnya persaingan dengan penjualan berbasis online yang semakin mendominasi pasar.

Salah satu pedagang aksesoris Natal, Gombloh Napitupulu, mengatakan bahwa kondisi penjualan tahun ini jauh lebih sepi dibandingkan Natal sebelumnya.

Menurutnya, situasi bencana ekologis yang melanda sejumlah daerah serta maraknya belanja daring sangat memengaruhi minat masyarakat untuk berbelanja langsung di pasar tradisional.

“Selain bencana, persaingan online juga jadi pengaruh besar,” ujar Gombloh kepada Topikseru.com, Senin (15/12/2025).

Ia mengungkapkan bahwa penurunan penjualan di tokonya mencapai sekitar 50 persen dibandingkan tahun lalu. Kondisi tersebut membuat pedagang harus berpikir lebih keras untuk mempertahankan perputaran barang di tengah lesunya permintaan.

Daya Beli Masyarakat Menurun Jelang Natal

Hal senada disampaikan oleh Andini, pedagang aksesoris Natal di toko Kezia Milala. Ia menyebutkan bahwa selain dampak bencana, menurunnya daya beli masyarakat turut berpengaruh terhadap rendahnya penjualan aksesoris perayaan Natal tahun ini.

Menurut Andini, meski pasokan barang tidak mengalami kendala, minat belanja masyarakat cenderung menurun. Banyak pembeli memilih untuk merayakan Natal secara lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau pasokan aman, tidak ada masalah. Tapi memang daya beli masyarakat menurun,” ujarnya.

Baca Juga  Kue Natal dan Bolu di Pasar Rame Medan Tak Seramai Tahun Lalu, Pedagang Berharap Lonjakan Pembelian Terakhir

Sebagai langkah penyesuaian, Andini mengaku telah menurunkan harga jual aksesoris Natal agar tetap terjangkau oleh masyarakat.

“Justru harga tahun ini turun kalau dibandingkan tahun lalu,” katanya.

Harga Aksesoris Natal Lebih Murah

Berdasarkan pantauan di Pusat Pasar Medan, harga berbagai aksesoris Natal tahun ini memang cenderung lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Penyesuaian harga dilakukan pedagang untuk menarik minat pembeli di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Beberapa harga aksesoris Natal yang dijual di antaranya:

  • Pohon Natal ukuran satu meter dijual sekitar Rp600.000
  • Pohon Natal ukuran 60 sentimeter dibanderol sekitar Rp75.000
  • Slinger jumbo dijual dengan harga Rp35.000
  • Lonceng Natal sekitar Rp50.000
  • Bola Natal dijual dengan kisaran harga Rp15.000 hingga Rp150.000
  • Bando Natal dibanderol sekitar Rp25.000
  • Topi Santa Claus dijual sekitar Rp15.000
  • Lingkaran pintu Natal berkisar antara Rp250.000 hingga Rp450.000

Meski harga lebih terjangkau, volume pembelian konsumen masih tergolong terbatas.

Konsumen Akui Harga Lebih Terjangkau

Salah seorang konsumen, Leny, mengaku harga aksesoris Natal tahun ini relatif lebih murah. Ia membeli beberapa pernak-pernik Natal seperti slinger, lonceng, dan lampu dengan harga yang menurutnya cukup terjangkau.

“Tadi beli slinger, pernak-pernik, dan lampu. Harganya lumayan murah,” ujar Leny.

Meski demikian, ia mengaku tetap membeli sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.

Perayaan Natal Berlangsung di Tengah Duka Bencana

Perayaan Natal 2025 di Sumatera Utara berlangsung dalam suasana yang berbeda. Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah dengan mayoritas umat Nasrani membuat sebagian masyarakat memilih merayakan Natal secara lebih sederhana.

Kondisi ini turut memengaruhi aktivitas perdagangan aksesoris Natal, di mana sebagian masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan dasar dibandingkan perlengkapan perayaan.

Leny pun menyampaikan doa dan harapannya bagi masyarakat terdampak bencana agar tetap diberi kekuatan dan ketabahan.

“Semoga selalu diberi kesehatan dan damai sejahtera buat kita semua,” pungkasnya.