Ringkasan Berita
- Angka tersebut meningkat lima orang dari data sebelumnya yang mencatat 355 korban meninggal dunia pada Senin (15/12/2…
- Berdasarkan laporan resmi Pusdalops PB di Medan, korban meninggal dunia akibat bencana alam tersebar di 12 dari 19 ka…
- Berbagai upaya penanganan bencana telah dilakukan oleh masing-masing wilayah bersama pemangku kebijakan terkait," uja…
Topikseru.com – Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut mencatat, hingga Selasa (16/12/2025) pukul 17.00 WIB, total korban meninggal dunia dalam musibah bencana alam di Sumatera Utara (Sumut) mencapai 360 orang.
Angka tersebut meningkat lima orang dari data sebelumnya yang mencatat 355 korban meninggal dunia pada Senin (15/12/2025).
Berdasarkan laporan resmi Pusdalops PB di Medan, korban meninggal dunia akibat bencana alam tersebar di 12 dari 19 kabupaten/kota yang terdampak di Sumatera Utara.
Sebaran Korban Meninggal Dunia di Sumut
Berikut rincian wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia tertinggi:
- Kabupaten Tapanuli Tengah: 127 orang
- Kabupaten Tapanuli Selatan: 86 orang
- Kota Sibolga: 54 orang
- Kabupaten Tapanuli Utara: 36 orang
- Kabupaten Deli Serdang: 17 orang
- Kabupaten Langkat: 13 orang
- Kota Medan: 12 orang
- Kabupaten Humbang Hasundutan: 10 orang
Sementara itu, korban meninggal juga tercatat di sejumlah daerah lain, yakni Kabupaten Pakpak Bharat dua orang, Kota Padangsidimpuan satu orang, Kabupaten Nias satu orang, dan Kabupaten Nias Selatan satu orang.
Data Masih Bersifat Sementara
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyampaikan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.
“Data yang kami terima masih bersifat sementara. Berbagai upaya penanganan bencana telah dilakukan oleh masing-masing wilayah bersama pemangku kebijakan terkait,” ujar Sri Wahyuni.
Dia menambahkan, Pusdalops PB Sumut akan terus memperbarui perkembangan situasi, termasuk jumlah korban dan kondisi wilayah terdampak bencana.
“Untuk perkembangan bencana akan terus kami informasikan, termasuk pembaruan data-data di lapangan,” pungkas Sri Wahyuni.













