Daerah

Banjir Tapanuli Tengah: Bobby Nasution Sebut Permukiman Bergeser Akibat Luapan Sungai Lopian

×

Banjir Tapanuli Tengah: Bobby Nasution Sebut Permukiman Bergeser Akibat Luapan Sungai Lopian

Sebarkan artikel ini
Banjir Tapanuli Tengah
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (tengah) didampingi Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu (kiri) meninjau lokasi bencana banjir di Desa Lopian, Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah, Sumut, Rabu (18/2/2026).

Ringkasan Berita

  • Luapan Sungai Lopian disebut menyebabkan kerusakan berat pada permukiman warga, bahkan menggeser beberapa bangunan ru…
  • Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Rabu (17/2).
  • Permukiman Bergeser Akibat Luapan Sungai Bobby menyebut luapan Sungai Lopian dari bagian hulu menjadi pemicu utama ba…

Topikseru.com, Tapanuli TengahBanjir dan longsor menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, awal pekan ini. Luapan Sungai Lopian disebut menyebabkan kerusakan berat pada permukiman warga, bahkan menggeser beberapa bangunan rumah di Kecamatan Badiri.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Rabu (17/2). Ia memastikan kondisi warga serta mendata tingkat kerusakan bangunan.

“Kita lihat kondisinya bagaimana untuk bangunan rumah warga. Ada kategori kerusakannya ringan, sedang atau berat. Untuk beberapa titik terdampak, sudah kita tinjau,” ujar Bobby usai peninjauan di Badiri.

Permukiman Bergeser Akibat Luapan Sungai

Bobby menyebut luapan Sungai Lopian dari bagian hulu menjadi pemicu utama banjir yang terjadi pada Senin (16/2) sekitar pukul 14.00 WIB.

Di Kecamatan Badiri, sejumlah rumah dilaporkan tidak lagi bisa ditempati. Bahkan, sebagian bangunan disebut bergeser dari posisi semula akibat derasnya arus air.

Gubernur mengaku telah berdialog langsung dengan warga yang tengah melakukan evakuasi dan pembersihan sisa material banjir.

“Mereka menyampaikan keluh kesahnya, karena tidak dapat lagi menempati rumah mereka. Bahkan kehilangan bangunan tempat tinggal,” tuturnya.

Peristiwa ini mengingatkan pada kejadian serupa yang sempat terjadi di wilayah lain di Sumatera Utara pada November 2025.

Pemerintah Siapkan Bantuan dan Hunian Tetap

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan bantuan bagi warga terdampak segera disalurkan. Bobby menegaskan bantuan akan melibatkan pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten.

Baca Juga  PEDULI SUMUT: PELNI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang, Fokus pada Ibu dan Anak

“Bantuannya kita siapkan. Dari pemerintah pusat juga ada, dan kabupaten. Untuk bapak ibu, nanti pakai rekening Bank Sumut ya. Kalau belum ada, biar kami yang buatkan,” ujarnya.

Selain bantuan finansial, pemerintah juga menyiapkan skema rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana, termasuk penyediaan hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Bobby meminta jajaran pemerintah daerah mulai dari tingkat dusun hingga kabupaten segera menyelesaikan pendataan faktual warga terdampak untuk mempercepat proses penyaluran bantuan.

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Jalan

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyebut banjir melanda beberapa kecamatan secara bersamaan.

“Bahkan di Kecamatan Tukka dampaknya cukup parah hingga menyebabkan pemadaman listrik,” kata Masinton.

Sementara itu, longsor dilaporkan menutup sejumlah ruas jalan utama. Kasat Lantas Polres Tapanuli Tengah AKP Dela Amtoni mengatakan material kayu dan batu menutup badan Jalan Rampa Poriaha Km 7 Sigarupu, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis.

Arus lalu lintas dilaporkan macet total akibat badan jalan tertutup material longsor.

Longsor juga terjadi di ruas Jalan Sibolga – Tarutung Km 23 hingga Km 26. Di Km 23,5, material longsor sempat menutup aliran sungai sehingga memicu banjir di sekitar lokasi.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun tujuh unit rumah terdampak banjir dan longsor,” ujar Dela.

Cuaca Ekstrem Picu Bencana

Banjir dan longsor di Tapanuli Tengah diduga dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi geografis dengan perbukitan serta aliran sungai yang melintasi permukiman meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan kemungkinan longsor di titik rawan.