Daerah

90 Unit Rumah Susun Seruwai Rusak Berat

×

90 Unit Rumah Susun Seruwai Rusak Berat

Sebarkan artikel ini
RUSUN: Tahun ini kuota pembangunan Rusun di Medan yang tersedia baru satu tower, dengan pelaksanaan kegiatan direncanakan berlangsung pada 2026 dan berpotensi berlanjut hingga 2027.(Foto: Dinas Kominfo Medan)

Topikseru.com, Medan – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, Tower D rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan Seruwai, Kecamatan Medan Labuhan, sekitar 90 unit dalam kondisi rusak berat dan belum dihuni karena belum dilakukan serah terima aset kepada pemerintah daerah.

Hal itu dikatakan Rico dalam rapat secara daring, Senin (2/3/2026) yang dipimpin Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Sri Haryati. Hadir dalam rapat itu  Sekda Wiriya Alrahman dan sejumlah kepala dinas terkait.

“Pemko meminta dukungan kementerian agar proses berita acara serah terima Rusun yang dibangun dengan biaya APBN pada taun 2016 itu dapat segera dituntaskan sehingga aset dapat dimanfaatkan atau direvitalisasi,” ujar Rico.

Tahun ini kuota pembangunan yang tersedia baru satu tower, dengan pelaksanaan kegiatan direncanakan berlangsung pada 2026 dan berpotensi berlanjut hingga 2027.

Pemko Medan menyatakan kesiapan mempercepat pemenuhan seluruh persyaratan administratif dan teknis guna mendukung rencana pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan Seruwai, Kecamatan Medan Labuhan.

Dalam rapat tersebut disampaikan, penetapan lokasi pembangunan akan dilakukan setelah kesiapan daerah dipastikan memenuhi ketentuan. Penetapan itu nantinya menjadi dasar untuk melanjutkan tahapan program oleh pemerintah daerah.

Baca Juga  Wali Kota Medan Ajak Hotel Promosikan Produk UMKM Lokal

Rico Waas yang mengikuti rapat dari Rumah Dinas Wali Kota Medan menyampaikan apresiasi atas dukungan kementerian serta memastikan seluruh dokumen yang masih diperlukan akan segera dilengkapi. Menurutnya, seluruh kelengkapan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Pihak kementerian menjelaskan saat ini masih berlangsung proses identifikasi dan penataan aset antara kementerian terkait untuk memastikan status kepemilikan sebelum serah terima dilanjutkan. Namun untuk tahun anggaran 2026, kegiatan yang tersedia hanya pembangunan rusun baru dan belum mencakup program revitalisasi.

Dalam rapat itu, Pemko Medan juga memaparkan kondisi hunian rusun yang sudah ada dengan tingkat keterisian sekitar 50–85 persen. Mayoritas penghuni merupakan nelayan yang tinggal di wilayah utara kota, meski sebagian masih enggan menempati rusun karena merasa lokasinya kurang dekat dengan laut. Ke depan, pemerintah kota mengusulkan segmentasi penghuni yang lebih beragam, seperti tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta warga terdampak banjir.

Pemko Medan menegaskan komitmen untuk terus berkoordinasi dengan kementerian dan perangkat daerah terkait agar seluruh syarat dapat dipenuhi secepatnya sehingga usulan pembangunan rusun di Seruwai dapat segera ditetapkan dan masuk tahap pelaksanaan.