Internasional

AS Akui Kelemahan Hadapi Drone Shahed Iran, Pertahanan Udara Disebut Belum Memadai

×

AS Akui Kelemahan Hadapi Drone Shahed Iran, Pertahanan Udara Disebut Belum Memadai

Sebarkan artikel ini
drone Shahed Iran
Arsip - Aparat keamanan dan penyelamat Israel bekerja di lokasi di mana sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Iran menghantam dan menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan di Tel Aviv, Israel (1/3/2026).

Topikseru.com – Ketegangan militer di Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah laporan media menyebut bahwa Amerika Serikat belum memiliki sistem pertahanan yang cukup kuat untuk menghadapi drone Shahed milik Iran.

Media The Atlantic mengungkapkan bahwa seorang pejabat Kongres Amerika Serikat mengakui adanya kesenjangan kemampuan militer AS dalam menghadapi pesawat tanpa awak jenis Shahed yang dikembangkan oleh Iran.

Menurut sumber tersebut, militer Amerika Serikat saat ini belum memiliki sistem pertahanan yang benar-benar efektif untuk menanggulangi ancaman drone tersebut.

“Militer AS tidak memiliki pertahanan yang kuat untuk melawan drone Shahed,” ujar seorang sumber yang dikutip laporan tersebut pada Kamis.

Pejabat Pentagon Akui Ada Kesenjangan Pertahanan

Sumber yang sama menyebut bahwa Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth serta Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine telah mengakui secara internal adanya keterbatasan kemampuan militer AS dalam menghadapi drone tempur Iran.

Keduanya disebut menyampaikan pengakuan tersebut dalam berbagai pembahasan strategis terkait perkembangan ancaman militer di kawasan Timur Tengah.

Laporan itu juga menyoroti bahwa selama ini Washington lebih banyak menginvestasikan anggaran pertahanan untuk menghadapi ancaman negara besar seperti China, dibandingkan ancaman dari jarak dekat di kawasan Timur Tengah, termasuk Iran.

Baca Juga  Iran Resmi Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS dan Israel

Drone Shahed Jadi Tantangan Baru

Sementara itu, media CNN sebelumnya melaporkan bahwa drone Shahed-136 milik Iran menjadi tantangan serius bagi sistem pertahanan udara Amerika Serikat.

Dalam sebuah pengarahan tertutup kepada anggota parlemen, Hegseth disebut mengakui bahwa drone kamikaze satu arah tersebut lebih sulit dihadapi dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Drone Shahed dikenal sebagai pesawat tanpa awak berbiaya relatif murah namun mampu membawa bahan peledak, sehingga sering digunakan dalam serangan jarak jauh.

Ketegangan Meningkat Setelah Serangan ke Iran

Pernyataan mengenai kelemahan pertahanan AS ini muncul di tengah meningkatnya konflik regional. Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan militer terhadap sejumlah target di Teheran dan wilayah lain di Iran.

Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan besar serta korban jiwa di kalangan warga sipil.

Sebagai balasan, Iran kemudian melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Israel serta menargetkan beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Situasi ini memperlihatkan bahwa ancaman drone kini menjadi salah satu faktor penting dalam dinamika konflik modern, terutama di wilayah yang memiliki ketegangan geopolitik tinggi.