Topikseru.com, Roma – Kabar terbaru datang dari Paus Leo konsisten menolak perang dan setelah hampir 10 bulan menjabat tanpa menyentuh isu domestik AS maupun menyebut nama presiden, Paus Leo akhirnya secara terbuka mengkritik Donald Trump.
Paus Leo, paus pertama asal Amerika Serikat yang memimpin Gereja Katolik global, kini menunjukkan perubahan sikap signifikan terhadap politik negaranya.
Dalam pernyataan publik terbarunya, Paus Leo secara langsung menyerukan kepada Trump untuk mencari jalan keluar demi mengakhiri perang.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa Vatikan ingin mengambil posisi lebih tegas di panggung global, sekaligus menjadi penyeimbang terhadap arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Seruan Damai dan Kritik Tajam
Dalam pernyataan terbarunya hari Kamis (2/4), Paus Leo mendesak Trump untuk mencari jalan keluar dari konflik. Ia meminta Trump untuk segera menemukan “off-ramp” atau jalan keluar untuk mengakhiri perang.
Dua hari sebelum pernyataan tersebut, Paus Leo juga menyampaikan kritik yang lebih keras terhadap para pemimpin dunia yang memicu konflik.
“Tuhan menolak doa para pemimpin yang memulai perang dan memiliki tangan yang penuh darah,” ungkapnya, seperti dikutip Reuters.
Komentar ini dinilai tidak biasa karena disampaikan dengan nada tegas, bahkan oleh standar seorang paus.
Sebelum secara langsung menyebut nama Trump, Paus Leo sebenarnya telah lebih dulu mengkritik kebijakan imigrasi keras pemerintah AS.
Ia mempertanyakan apakah kebijakan tersebut sejalan dengan ajaran Gereja tentang kehidupan. Namun saat itu, ia masih menahan diri untuk tidak menyebut nama pejabat secara langsung.
Selain itu, Paus Leo juga melakukan perombakan besar dalam kepemimpinan Gereja Katolik di AS.
Ia mencopot Timothy Dolan dari posisinya sebagai Uskup Agung New York dan menggantikannya dengan Ronald Hicks, sosok yang relatif kurang dikenal.
Langkah ini dinilai sebagai upaya menggeser arah kepemimpinan Gereja Katolik di Amerika.
Paus Leo Konsisten Menolak Perang
Dalam beberapa minggu terakhir, Paus Leo terus meningkatkan kritiknya terhadap perang Iran. Ia menyebut serangan udara sebagai tindakan yang tidak pandang bulu dan seharusnya dilarang.
“Para pemimpin politik Kristen yang memulai perang harus pergi ke pengakuan dosa dan menilai apakah mereka benar-benar mengikuti ajaran Yesus,” ujarnya pada 13 Maret lalu.
Pada 23 Maret, ia kembali menegaskan bahwa serangan udara militer bersifat indiscriminatif dan seharusnya dilarang.
Pejabat senior Vatikan, Michael Czerny, menilai suara Paus Leo memiliki dampak global.
“Suara moral Paus Leo kredibel, dan dunia sangat ingin percaya bahwa perdamaian itu mungkin,” ungkap Czerny.
Menanti Pesan Paus Leo pada Perayaan Paskah
Paus Leo kini tengah memulai rangkaian acara selama empat hari di Vatikan menjelang Hari Paskah.
Puncaknya adalah pesan dan berkat khusus yang akan disampaikan dari balkon Basilika Santo Petrus.
Pidato Paskah dikenal sebagai salah satu momen penting di mana paus biasanya menyampaikan seruan global yang berdampak luas.
Di tengah meningkatnya konflik dunia, pesan Paus Leo tahun ini diperkirakan akan kembali menekankan pentingnya perdamaian dan menghentikan kekerasan.













