Topikseru.com, Jakarta – Bagi anda yang ingin membeli city car seperti Honda Brio masih bertahan sebagai salah satu mobil paling diminati di segmen city car dan LCGC di Indonesia hingga 2026.
Reputasinya dibangun dari mesin yang tangguh, konsumsi bahan bakar yang efisien, serta nilai jual kembali yang relatif stabil.
Mobil ini mengandalkan mesin 1.2 liter i-VTEC empat silinder yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 90 PS dengan torsi 110 Nm.
Tenaga tersebut disalurkan melalui pilihan transmisi manual lima percepatan atau CVT yang mengusung teknologi Earth Dreams.
Ukuran bodinya yang kompak juga menjadi keunggulan utama. Radius putar sekitar 4,6 meter membuat mobil ini mudah bermanuver di jalanan sempit dan padat, sehingga banyak dipilih oleh pengemudi pemula maupun keluarga kecil di kawasan perkotaan.
Fitur Keselamatan Aktif Belum Merata
Meski memiliki sejumlah kelebihan, Brio menyimpan beberapa catatan yang kerap luput dari perhatian calon pembeli. Salah satunya berkaitan dengan kelengkapan fitur keselamatan aktif.
Beberapa pesaing di kelasnya sudah menawarkan teknologi seperti Vehicle Stability Control dan Hill Start Assist. Pada Brio, fitur tersebut belum tersedia secara merata di semua varian sehingga perlindungan berkendara terasa kurang lengkap.
Peredaman Kabin Kurang Maksimal
Kualitas isolasi suara juga sering menjadi keluhan pengguna. Suara gesekan ban dengan aspal hingga suara air saat hujan masih cukup mudah masuk ke dalam kabin.
Kondisi ini membuat suasana di dalam mobil terasa kurang senyap, terutama ketika kendaraan melaju di jalan beraspal kasar atau saat hujan deras.
Material Interior Terasa Sederhana
Tampilan kabin Brio masih didominasi material plastik keras pada dashboard maupun panel pintu. Pilihan material tersebut membuat kesan interior terasa sederhana.
Di kelas harga yang semakin kompetitif, sejumlah rival sudah mulai menghadirkan kombinasi material yang lebih modern sehingga kabin terasa lebih premium.
Ruang Kabin dan Bagasi Terbatas
Keterbatasan dimensi bodi turut berdampak pada ruang kabin. Area penumpang belakang tergolong sempit, terutama jika diisi penumpang dewasa.
Kapasitas bagasi juga tidak terlalu besar, sehingga fleksibilitas membawa barang menjadi terbatas saat digunakan untuk perjalanan bersama keluarga.
Panel Instrumen Masih Konvensional
Di tengah tren panel instrumen digital, Brio masih mempertahankan desain analog pada meter cluster. Desain ini dianggap kurang modern untuk mobil dengan harga yang sudah menembus kisaran Rp200 juta.
Beberapa kompetitor bahkan telah menyediakan tampilan digital yang lebih informatif dan futuristis.
Harga Varian RS Relatif Tinggi
Varian tertinggi Brio RS berada di kisaran harga mendekati Rp270 juta. Pada rentang harga tersebut, konsumen sebenarnya sudah memiliki opsi lain di segmen lebih tinggi seperti small SUV.
Mobil pada kelas tersebut umumnya menawarkan dimensi lebih besar serta fitur yang lebih lengkap.
Karakter Suspensi Cenderung Kaku
Brio dikenal memiliki pengendalian yang lincah dan menyenangkan saat dikemudikan. Namun karakter suspensinya yang relatif kaku membuat bantingan terasa kurang nyaman ketika melewati jalan bergelombang.
Kompromi ini sering dirasakan saat mobil dipakai dalam perjalanan jauh atau melewati permukaan jalan yang tidak rata.
Pertimbangan Sebelum Membeli
Di balik sejumlah kekurangannya, Brio tetap unggul dalam hal performa mesin yang halus, efisiensi bahan bakar, serta nilai jual kembali yang kuat.
Namun bagi konsumen yang memprioritaskan kenyamanan kabin, kelengkapan fitur keselamatan modern, serta teknologi interior yang lebih mutakhir, ada beberapa pilihan lain di kelas yang sama yang layak dipertimbangkan.
Karena itu, keputusan membeli Brio sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan utama. Mobil ini tetap menarik bagi mereka yang menginginkan kendaraan lincah, mudah dikendarai, dan memiliki nilai jual kembali yang baik.













