Ekonomi dan Bisnis

Nilai Tukar Dolar AS Dekati Level Tertinggi Menanti Tenggat Donald Trump ke Iran

×

Nilai Tukar Dolar AS Dekati Level Tertinggi Menanti Tenggat Donald Trump ke Iran

Sebarkan artikel ini
Dolar AS
nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir seiring pelaku pasar menanti tenggat yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump kepada Iran terkait pembukaan jalur pelayaran di Teluk Persia.

Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Selasa (7/4/2026) nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir seiring pelaku pasar menanti tenggat yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump kepada Iran terkait pembukaan jalur pelayaran di Teluk Persia.

Melansir Reuters, penguatan dolar didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah konflik Timur Tengah yang berkepanjangan, termasuk penutupan jalur strategis Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga energi global.

Meski ada harapan tercapainya kesepakatan damai, pelaku pasar masih cenderung berhati-hati menjelang batas waktu yang ditetapkan AS pada Selasa malam waktu setempat.

“Pasar saat ini cenderung menahan posisi beli dolar di tengah potensi eskalasi, namun pergerakan saham, emas, dan yuan offshore yang relatif stabil membatasi penguatan dolar lebih lanjut,” ujar Presiden Spectra Markets, Brent Donnelly.

Ia menambahkan ketidakpastian masih tinggi sehingga sulit membuat proyeksi yang pasti. “Kita menunggu tenggat waktu dan melihat bagaimana respons dari Iran maupun AS dan Israel,” katanya.

Di pasar mata uang, yen Jepang berada di kisaran 159,67 per dolar AS, mendekati level terendah dalam beberapa dekade yang sebelumnya memicu intervensi pada 2024.

Baca Juga  Rupiah Spot Tampil Perkasa Bertengger di Level Rp16.455 Per Dolar AS di Perdagangan Kamis (11/9/2025)

Sementara itu, euro diperdagangkan di level US$1,1539 dan poundsterling di US$1,3235, sedikit di atas posisi terendah beberapa bulan terakhir.

Tekanan juga terlihat pada mata uang Asia. Won Korea Selatan tetap berada di atas level 1.500 per dolar AS, sementara rupiah Indonesia sempat menyentuh rekor terendah. Di sisi lain, yuan China relatif stabil di pasar offshore.

Analis dari Commonwealth Bank of Australia menilai, dolar berpotensi melemah terbatas dalam jangka pendek jika optimisme penyelesaian konflik meningkat.

“Namun, faktor kunci bagi ekonomi global dan pergerakan mata uang adalah apakah Selat Hormuz kembali dibuka. Mundurnya AS dari konflik tidak otomatis membuka jalur tersebut,” tulis analis dalam catatannya.

Sebelumnya, Trump mengancam akan menyerang infrastruktur penting Iran jika negara tersebut tidak membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut sebelum tenggat waktu.

Di sisi lain, Iran menolak gencatan senjata sementara dan menegaskan bahwa konflik harus diakhiri secara permanen.

Ketegangan ini terus membayangi pasar global, dengan investor memantau perkembangan geopolitik yang berpotensi memicu volatilitas lebih lanjut di pasar keuangan dan energi.