Internasional

Ditahan 4 Hari oleh Israel, 9 Relawan Indonesia dari Global Sumud Flotilla Segera Dipulangkan

×

Ditahan 4 Hari oleh Israel, 9 Relawan Indonesia dari Global Sumud Flotilla Segera Dipulangkan

Sebarkan artikel ini
9 WNI relawan Global Sumud Flotilla saat bersama KJRI Istanbul usai ditahan Israel dalam perjalanan menuju Gaza.
Kondisi terkini 9 WNI relawan Global Sumud Flotilla usai ditahan otoritas Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina. (Instagram.com/@menluri)

Topikseru.com – Sebanyak 9 warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan otoritas Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) dilaporkan dalam kondisi sehat dan kini tengah menjalani proses pemulangan ke Tanah Air.

Informasi tersebut disampaikan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul setelah para relawan Indonesia itu menjalani penahanan selama beberapa hari usai kapal yang mereka tumpangi dicegat dalam perjalanan menuju Gaza, Palestina.

Peristiwa itu sebelumnya terjadi ketika armada Global Sumud Flotilla berlayar dari Turki menuju Gaza pada Kamis, 14 Mei 2026. Misi tersebut diketahui melibatkan puluhan relawan Internasional yang membawa pesan solidaritas kemanusiaan untuk warga Palestina.

Kepala Perwakilan KJRI Istanbul, Darianto Harsano, mengatakan sembilan relawan asal Indonesia tersebut saat ini telah berada bersama pihak KJRI dalam kondisi baik.

“Alhamdulillah hari ini bersama-sama 9 saudara-saudari kita yang bergabung dalam misi GSF (Global Sumud Flotilla),” ujar Darianto dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram resmi Kementerian Luar Negeri RI, Jumat, 22 Mei 2026.

“Mereka telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat,” sambungnya.

KJRI Ungkap Dugaan Kekerasan Saat Penahanan

Dalam keterangannya, Darianto juga mengungkap adanya dugaan tindakan kekerasan yang dialami para relawan Indonesia selama masa penahanan oleh otoritas Israel.

Menurut pengakuan yang diterima KJRI, beberapa relawan disebut mengalami perlakuan fisik selama sekitar tiga hingga empat hari penahanan.

“Mereka selama 3-4 hari mengalami kekerasan fisik,” kata Darianto.

“Ada yang ditendang, dipukul, ataupun disetrum,” lanjutnya.

Meski demikian, pihak KJRI memastikan kondisi para WNI tersebut kini stabil dan terus mendapat pendampingan dari perwakilan pemerintah Indonesia di Istanbul.

Viral Video Aktivis Ditahan di Pelabuhan Ashdod

Kasus penahanan para relawan Global Sumud Flotilla sempat menjadi sorotan publik internasional setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan suasana di Pelabuhan Ashdod, Israel.

Dalam video tersebut, sejumlah aktivis terlihat berada dalam pengawasan ketat aparat keamanan Israel. Rekaman itu juga memperlihatkan seorang aktivis perempuan meneriakkan seruan “Palestina merdeka” saat situasi berlangsung tegang.

Nama Itamar Ben-Gvir turut menjadi perhatian publik setelah videonya saat berada di lokasi penahanan para aktivis ramai diperbincangkan di media sosial.

Pemerintah RI Pastikan Proses Pemulangan Dikawal

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan pemerintah Indonesia terus memantau kondisi para relawan dan memastikan proses kepulangan mereka berjalan aman.

“Konjen RI di Istanbul saat ini telah bersama dengan 9 relawan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0,” ujar Sugiono dalam keterangan resminya, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia juga mengaku telah berkomunikasi langsung dengan para relawan melalui sambungan video call.

“Saya juga senang dapat berkomunikasi langsung dengan teman-teman para relawan melalui video call,” katanya.

Sugiono menegaskan pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan seluruh WNI hingga tiba kembali di Indonesia.

“Pemerintah Indonesia akan terus memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke Tanah Air berjalan lancar dan mereka dapat kembali dengan selamat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *