Ekonomi dan Bisnis

Harga Tembaga Menguat Terseret dan Bertahan di Dekat Level Tertinggi Negosiasi Damai AS dan Iran

×

Harga Tembaga Menguat Terseret dan Bertahan di Dekat Level Tertinggi Negosiasi Damai AS dan Iran

Sebarkan artikel ini
Harga Tembaga
harga tembaga global melanjutkan penguatan dan bertahan di dekat level tertinggi dalam enam pekan seiring meningkatnya harapan terhadap kelanjutan negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Rabu (15/4/2026) harga tembaga global melanjutkan penguatan dan bertahan di dekat level tertinggi dalam enam pekan.

Seiring meningkatnya harapan terhadap kelanjutan negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Baca Juga  Harga Emas Antam Naik Rp30 Ribu Dibanderol Rp2.893.000 Per Gram

Mengutip Reuters, kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) naik 2,16% ke 102.880 yuan per metrik ton pada pukul 02.22 GMT.

Harga sempat menyentuh level tertinggi sejak 3 Maret di posisi 103.130 yuan per ton.

Baca Juga  Harga Emas Spot Naik 2% Dibanderol di Level US$ 4.831,78 Per Ons Troi

Sementara itu, harga tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) menguat 0,56% ke level US$ 13.358,5 per ton, setelah sempat mencapai level tertinggi sejak awal Maret.

Sentimen positif datang dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka peluang dimulainya kembali perundingan dengan Iran dalam waktu dekat, setelah negosiasi sebelumnya mengalami kebuntuan.

Harapan de-eskalasi konflik di Timur Tengah turut menekan harga minyak dunia.

Kondisi ini meredakan kekhawatiran inflasi dan risiko perlambatan ekonomi global, yang pada gilirannya menopang prospek permintaan logam industri seperti tembaga.

Selain faktor geopolitik, prospek permintaan dari China juga menjadi penopang harga.

Konsumsi tembaga olahan di negara tersebut diperkirakan tumbuh rata-rata 3,7% per tahun dalam satu dekade ke depan, menurut peneliti dari China Minmetals.

Di sisi lain, rencana China untuk menghentikan ekspor asam sulfat turut memicu kekhawatiran terhadap pasokan di industri logam, termasuk tembaga dan nikel yang menggunakan bahan tersebut dalam proses produksinya.

Harga nikel juga ikut menguat. Gangguan pasokan sulfur akibat konflik Iran memaksa sejumlah smelter nikel di Indonesia memangkas produksi hingga 10% sejak bulan lalu.

Di SHFE, harga nikel melonjak 2,57%, sementara di LME naik 0,38%.

Logam lainnya juga mencatatkan pergerakan variatif. Di SHFE, timbal naik 0,45%, timah melonjak 3,94%, dan seng menguat 0,49%. Sementara aluminium turun tipis 0,12%.

Adapun di LME, aluminium naik 0,72%, timbal menguat 0,28%, timah naik 0,27%, dan seng bertambah 0,28%.