Sumut

Warga Tanjungbalai Geruduk Kantor PLN Usai Listrik Padam Massal Lebih dari 19 Jam

×

Warga Tanjungbalai Geruduk Kantor PLN Usai Listrik Padam Massal Lebih dari 19 Jam

Sebarkan artikel ini
PLN Tanjungbalai
Warga Kota Tanjungbalai gelar aksi protes dengan membakar ban karena pemadaman listrik

Topikseru.com, Tanjungbalai – Pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sejak Jumat (22/5/2026) malam memicu protes warga. Di Tanjungbalai, puluhan masyarakat mendatangi kantor PLN di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, sebagai bentuk kekecewaan terhadap padamnya listrik tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Kondisi gelap gulita yang berlangsung berjam-jam membuat aktivitas warga terganggu. Sejumlah masyarakat mengaku kesulitan menjalankan kegiatan sehari-hari karena listrik belum juga kembali normal hingga Sabtu siang.

Salah seorang warga bernama Hendra menilai pemadaman tersebut sangat merugikan masyarakat, terlebih listrik merupakan layanan berbayar yang menjadi kebutuhan utama warga.

“Listrik bukan gratis, tapi bayar. Tiba-tiba PLN seenaknya melakukan pemadaman yang tidak jelas penyebabnya. Aktivitas masyarakat jadi terganggu,” kata Hendra di depan kantor PLN Tanjungbalai, Sabtu dini hari.

Warga Keluhkan Pemadaman Berjam-jam

Kekecewaan serupa juga disampaikan warga lainnya, Rian. Ia mengaku kondisi ekonomi masyarakat saat ini sudah cukup sulit sehingga pemadaman listrik berkepanjangan semakin menambah beban warga.

Menurutnya, pemadaman bahkan selama setengah jam saja sudah berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat, apalagi jika berlangsung hingga berjam-jam.

“Kondisi sekarang sudah susah, jangan ditambah lagi penderitaan masyarakat dengan Listrik Padam lama seperti ini,” ujarnya.

PLN Sebut Gangguan Berasal dari Jambi

Menanggapi protes warga, Manager ULP PLN Tanjungbalai Markus Manurung menjelaskan bahwa gangguan terjadi akibat masalah pada saluran transmisi di Provinsi Jambi yang memengaruhi sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera.

Akibat gangguan tersebut, pasokan listrik di sejumlah wilayah ikut terdampak, termasuk Sumatera Utara, Riau, Aceh, Palembang, hingga Lampung.

“Pemadaman bukan hanya terjadi di Sumatera Utara, tetapi juga di sejumlah daerah lain di Sumatera. Kami memahami keresahan masyarakat,” kata Markus.

Ia mengatakan gangguan tersebut terjadi secara mendadak dan tidak terdeteksi sebelumnya sehingga PLN belum sempat memberikan pemberitahuan kepada pelanggan melalui media komunikasi resmi.

Menurut Markus, penyampaian informasi terkait gangguan berskala besar harus menunggu keterangan resmi dari kantor pusat PLN.

Pemulihan Masih Berlangsung

Hingga Sabtu (23/5/2026) siang, proses pemulihan listrik masih berlangsung di sejumlah daerah terdampak, termasuk di beberapa kawasan Kota Medan yang dilaporkan masih mengalami pemadaman.

Warga menyebut listrik telah padam lebih dari 19 jam sejak pertama kali gangguan terjadi pada Jumat malam.

Situasi tersebut turut memengaruhi aktivitas usaha, jaringan komunikasi, hingga kebutuhan rumah tangga masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *