Topikseru.com, Tanjungbalai – Pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sejak Jumat (22/5/2026) malam memicu protes warga. Di Tanjungbalai, puluhan masyarakat mendatangi kantor PLN di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, sebagai bentuk kekecewaan terhadap padamnya listrik tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Kondisi gelap gulita yang berlangsung berjam-jam membuat aktivitas warga terganggu. Sejumlah masyarakat mengaku kesulitan menjalankan kegiatan sehari-hari karena listrik belum juga kembali normal hingga Sabtu siang.
Salah seorang warga bernama Hendra menilai pemadaman tersebut sangat merugikan masyarakat, terlebih listrik merupakan layanan berbayar yang menjadi kebutuhan utama warga.
- Kompol DK Akhirnya Jalani Patsus Usai Viral Video Diduga Asusila dan Gunakan "Pod Getar"
- Empat Guru di Deli Serdang Mengaku Jadi Korban Yayasan dan Bantah Terlibat Korupsi Dana BOS, Minta Keadilan ke Presiden Prabowo
- Pesawat Saudi Airlines Sempat Gangguan di Kualanamu, 380 Jemaah Haji Tiba Selamat di Madinah
“Listrik bukan gratis, tapi bayar. Tiba-tiba PLN seenaknya melakukan pemadaman yang tidak jelas penyebabnya. Aktivitas masyarakat jadi terganggu,” kata Hendra di depan kantor PLN Tanjungbalai, Sabtu dini hari.
Warga Keluhkan Pemadaman Berjam-jam
Kekecewaan serupa juga disampaikan warga lainnya, Rian. Ia mengaku kondisi ekonomi masyarakat saat ini sudah cukup sulit sehingga pemadaman listrik berkepanjangan semakin menambah beban warga.
Menurutnya, pemadaman bahkan selama setengah jam saja sudah berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat, apalagi jika berlangsung hingga berjam-jam.
“Kondisi sekarang sudah susah, jangan ditambah lagi penderitaan masyarakat dengan Listrik Padam lama seperti ini,” ujarnya.
PLN Sebut Gangguan Berasal dari Jambi
Menanggapi protes warga, Manager ULP PLN Tanjungbalai Markus Manurung menjelaskan bahwa gangguan terjadi akibat masalah pada saluran transmisi di Provinsi Jambi yang memengaruhi sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera.
Akibat gangguan tersebut, pasokan listrik di sejumlah wilayah ikut terdampak, termasuk Sumatera Utara, Riau, Aceh, Palembang, hingga Lampung.
“Pemadaman bukan hanya terjadi di Sumatera Utara, tetapi juga di sejumlah daerah lain di Sumatera. Kami memahami keresahan masyarakat,” kata Markus.
Ia mengatakan gangguan tersebut terjadi secara mendadak dan tidak terdeteksi sebelumnya sehingga PLN belum sempat memberikan pemberitahuan kepada pelanggan melalui media komunikasi resmi.
Menurut Markus, penyampaian informasi terkait gangguan berskala besar harus menunggu keterangan resmi dari kantor pusat PLN.
Pemulihan Masih Berlangsung
Hingga Sabtu (23/5/2026) siang, proses pemulihan listrik masih berlangsung di sejumlah daerah terdampak, termasuk di beberapa kawasan Kota Medan yang dilaporkan masih mengalami pemadaman.
Warga menyebut listrik telah padam lebih dari 19 jam sejak pertama kali gangguan terjadi pada Jumat malam.
Situasi tersebut turut memengaruhi aktivitas usaha, jaringan komunikasi, hingga kebutuhan rumah tangga masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera.












