Hukum & Kriminal

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, Dua Pelaku Ditangkap

×

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, Dua Pelaku Ditangkap

Sebarkan artikel ini
Nus Kei tewas
Ilustrasi - Ketua Golkar Maluku Tenggara Nus Kei tewas ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun. Grafis: Topikseru.com

Topikseru.com – Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, tewas setelah menjadi korban penikaman di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (20/4/2026).

Peristiwa berdarah itu terjadi tak lama setelah korban tiba dari Jakarta. Pelaku disebut menyerang secara tiba-tiba menggunakan senjata tajam.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan, aksi penikaman berlangsung sekitar pukul 11.25 WIT.

“Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Setelah itu pelaku langsung melarikan diri,” ujarnya di Ambon.

Baca Juga  Ibu Rumah Tangga di Tebing Tinggi Tewas Ditusuk Tetangga, Diduga Dipicu Persoalan Viral di Medsos

Pelaku Ditangkap Dua Jam Usai Kejadian

Tak butuh waktu lama, aparat dari Polres Maluku Tenggara langsung bergerak cepat. Dipimpin Kapolres AKBP Rian Suhendi, dua terduga pelaku berhasil diamankan hanya dalam waktu sekitar dua jam setelah kejadian.

Kedua pelaku masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36). Mereka ditangkap di area pintu keluar bandara saat mencoba melarikan diri.

Saat ini, keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif di Satuan Reserse Kriminal Polres Maluku Tenggara.

Korban Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit

Usai penikaman, korban sempat dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 12.00 WIT. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan akibat luka serius yang diderita.

Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik aksi penikaman tersebut.

“Untuk motif, masih dalam proses penyelidikan,” kata Rositah.

Baca Juga  Pria di Deli Serdang Tikam Kerabat Pakai Obeng hingga Tewas, Pelaku Ditangkap Saat Jemur Kopi

Polisi Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi

Kapolda Maluku telah menginstruksikan jajarannya untuk menangani kasus ini secara profesional dan transparan. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi.

“Kami meminta keluarga korban dan simpatisan untuk menahan diri. Jangan melakukan aksi balasan yang bisa memperkeruh situasi,” tegasnya.

Pihak kepolisian memastikan kondisi keamanan di Maluku Tenggara saat ini tetap kondusif dan perkembangan kasus akan disampaikan secara berkala kepada publik.