Topikseru.com, Jakarta – Kesempatan emas tengah dinikmati Mathew Baker. Bek muda berusia 17 tahun itu untuk pertama kalinya mendapat panggilan ke timnas senior Indonesia menjelang dua laga FIFA Match Day melawan Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Namun bukan hanya kesempatan berlatih bersama para pemain terbaik Indonesia yang didapat Baker. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan bahwa pemain muda tersebut juga memperoleh mentor khusus selama berada di pemusatan latihan Garuda.
Sosok yang dipercaya membimbing Baker adalah Kevin Diks, bek berpengalaman yang musim ini tampil di Bundesliga bersama Borussia Moenchengladbach.
“Kevin Diks menjadi mentornya pekan ini sehingga dia bisa belajar langsung dari pemain Bundesliga yang memiliki pengalaman internasional,” ujar Herdman kepada wartawan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senin.
Kevin Diks Mentor Ideal untuk Baker
Menurut Herdman, penunjukan Diks bukan tanpa alasan. Selain sama-sama beroperasi di lini pertahanan, bek berusia 29 tahun itu memiliki pengalaman bermain di level tertinggi sepak bola Eropa yang sangat berharga bagi perkembangan Baker.
Musim ini menjadi tahun pertama Diks bermain di Liga Jerman bersama Borussia Moenchengladbach. Meski berstatus pemain bertahan, ia mampu memberikan kontribusi signifikan dengan mencatatkan 30 penampilan dan mencetak lima gol sepanjang musim.
Gol-gol tersebut tercipta saat menghadapi FC Koln, Heidenheim, Augsburg, Union Berlin, dan Hoffenheim. Kontribusi itu membantu Gladbach mengakhiri musim di posisi ke-12 klasemen Bundesliga dengan raihan 38 poin.
Herdman percaya pengalaman tersebut akan menjadi referensi penting bagi Baker dalam memahami tuntutan sepak bola level elite.
“Bagi Mathew, ini akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Ketika dia melihat intensitas latihan di sini, dia bisa membawa standar tersebut kembali ke lingkungan tim muda dan membantu menciptakan standar baru di sana,” kata Herdman.
Herdman Terapkan Acceleration Strategy
Pemanggilan Baker ke timnas senior juga menjadi bagian dari pendekatan yang menurut Herdman sebagai “acceleration strategy” atau strategi percepatan perkembangan pemain muda.
Pelatih asal Kanada itu meyakini bahwa semakin cepat seorang talenta muda merasakan atmosfer sepak bola internasional, semakin besar peluangnya berkembang menjadi pemain kelas dunia.
Karena itu, Herdman menilai Baker layak mendapatkan pengalaman berharga bersama skuad senior meskipun usianya masih sangat muda.
“Tugas pertamanya adalah mencapai standar yang ada di sini. Dia tidak terlihat canggung. Awalnya sangat baik dan sikapnya luar biasa. Namun dia masih muda dan perjalanan kariernya masih panjang,” ujar Herdman.
Belajar dari Kesuksesan Jonathan David dan Liam Millar
Untuk menjelaskan filosofinya, Herdman mencontohkan dua pemain yang pernah dia tanganinya saat melatih tim nasional Kanada, yakni Jonathan David dan Liam Millar.
David mendapatkan debut internasional senior pada usia 18 tahun ketika masih bermain untuk klub Belgia KAA Gent. Sejak saat itu, kariernya melesat hingga menjadi salah satu striker terbaik Kanada.
Pemain tersebut kemudian meraih gelar Liga Prancis dan Piala Super Prancis bersama Lille sebelum melanjutkan kariernya bersama raksasa Italia, Juventus. Hingga kini, David telah mencatatkan 79 penampilan dan mengoleksi 39 gol untuk Kanada.
Sementara itu, Liam Millar juga memperoleh debut tim nasional saat masih memperkuat akademi Liverpool.
Pengalaman di level internasional sejak usia muda membantu perkembangan kariernya hingga kini menjadi salah satu pemain penting di Hull City.
Musim lalu, Millar berkontribusi besar membawa klubnya promosi ke Liga Inggris setelah tampil dalam 38 pertandingan dengan torehan tiga gol dan lima assist.
“Saya pernah menyebut Jonathan David dan Liam Millar di Kanada. Mereka adalah pemain muda akademi yang mendapat kesempatan di tim nasional, kemudian berkembang hingga bermain di klub-klub besar dan tampil dalam momen-momen besar,” kata Herdman.
Masa Depan Cerah Mathew Baker
Pemanggilan Mathew Baker menunjukkan komitmen timnas Indonesia dalam membangun regenerasi pemain secara berkelanjutan.
Di bawah arahan Herdman, pemain muda tidak hanya berkesempatan tampil, tetapi juga mendapatkan pendampingan langsung dari sosok berpengalaman seperti Kevin Diks.
Jika mampu menyerap pengalaman dan menjaga konsistensi perkembangan, Baker berpeluang mengikuti jejak para pemain muda yang sukses menembus level tertinggi sepak bola internasional setelah mendapat kesempatan lebih awal bersama tim nasional.












