Topikseru.com = Daycare Little Aresha yang berlokasi di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta menjadi sorotan publik setelah digerebek Satreskrim Polresta Yogyakarta pada Jumat, 24 April 2026.
Kasus ini viral di media sosial setelah beredar video penggerebekan serta muncul sejumlah pengakuan dari orang tua yang mengaku anak mereka menjadi korban dugaan perlakuan tidak layak di tempat penitipan anak tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, petugas kepolisian mendatangi lokasi daycare pada Jumat siang untuk melakukan pemeriksaan terkait dugaan kekerasan terhadap anak-anak yang dititipkan di tempat tersebut.
Setelah video penggerebekan viral pada Jumat malam, sejumlah orang tua mulai membagikan pengalaman mereka melalui media sosial dan mengaku menemukan kejanggalan pada kondisi anak mereka sepulang dari daycare.
Salah satu pengakuan datang dari akun Threads @tittaa555 yang mengaku pernah menemukan luka memar pada tubuh anaknya saat dijemput dari daycare tersebut pada 27 Juli 2023.
“Kejadian 27 Juli 2023. Pulang sekolah, di lengan anak saya ada bekas cubitan, saya konfirmasi ke WhatsApp daycare, mereka bilang itu gatal,” tulis akun tersebut dalam unggahannya, dikutip Sabtu, 25 April 2026.
Pengurus Awalnya Berdalih Luka Karena Gatal
Dalam unggahan yang telah mendapat ribuan tanda suka itu, akun tersebut juga membagikan tangkapan layar percakapan dengan pihak daycare.
Pihak pengurus awalnya menyebut luka pada tubuh anak terjadi karena rasa gatal.
“Jadi saat hendak mandi, saya sempat memperhatikan juga Bunda dan saya tanya ini kenapa dik? Jawab dik O**r, ‘gatal.’ Kemudian kami olesi minyak telon,” tulis pihak pengurus dalam pesan tersebut.
Selain itu, pengurus juga menyebut anak tersebut tetap mengikuti aktivitas seperti biasa bersama anak-anak lainnya.
Orang Tua Lakukan Visum
Merasa tidak puas dengan penjelasan pihak daycare, orang tua tersebut kemudian membawa anaknya ke rumah sakit untuk melakukan visum.
Ia menilai luka yang ditemukan tidak wajar dan berbeda dari luka akibat garukan biasa.
“Di kedua lengan ada bekasnya, yang satu kayak cakaran, yang satunya kayak lebam. Kalau gatal digaruk pasti lecet, bukan lebam. Saya coba visum ya, ini saya sudah di RS,” tulisnya.
Setelah mengetahui orang tua melakukan visum, pihak daycare disebut akhirnya mengakui adanya kesalahan yang dilakukan salah satu pengasuh.
“Baru saya bilang sudah di RS untuk melakukan visum, mereka baru mengakui bahwa salah satu Miss melakukan kesalahan dan saya dipanggil keesokan harinya. Mereka minta maaf dan memberi sanksi tegas berupa pemecatan,” lanjut unggahan tersebut.
Polisi Dalami Dugaan Kekerasan Anak
Sementara itu, akun media sosial Jogja Guardian juga membagikan informasi terkait penggerebekan tersebut pada Sabtu, 25 April 2026.
Dalam unggahannya disebutkan bahwa petugas Satreskrim Polresta Yogyakarta menemukan dugaan perlakuan tidak layak terhadap anak-anak saat melakukan pemeriksaan di lokasi.
“Saat penggerebekan, petugas Sat Reskrim Polresta Yogyakarta melihat langsung peristiwa yang sangat tidak pantas dilakukan oleh sebuah tempat penitipan anak,” tulis unggahan tersebut.
Di media sosial juga beredar berbagai dugaan perlakuan tidak layak terhadap anak di daycare tersebut. Namun, informasi yang beredar itu masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.
Hingga Sabtu, 25 April 2026, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait dan mendalami dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta.









