Peristiwa

Warga Sawang Aceh Utara Masih Terisolasi Lima Bulan Pascabencana

×

Warga Sawang Aceh Utara Masih Terisolasi Lima Bulan Pascabencana

Sebarkan artikel ini
warga Sawang Aceh Utara menyeberang sungai menggunakan rakit darurat pascabencana 2025
Warga Sawang, Aceh Utara, masih menyeberangi sungai menggunakan rakit darurat untuk beraktivitas sehari-hari lima bulan pascabencana 2025. (Instagram/@rully_xabian)

Topikseru.com, Sawang – Lima bulan setelah bencana melanda Kabupaten Aceh Utara pada November 2025 lalu, warga di Kecamatan Sawang masih harus mempertaruhkan keselamatan setiap hari hanya untuk menyeberangi Sungai Sawang.

Akses jalan utama yang rusak hingga kini belum sepenuhnya pulih, membuat masyarakat terpaksa menggunakan rakit darurat dan ban pelampung untuk mencapai wilayah seberang.

Kondisi tersebut viral di media sosial setelah sebuah video diunggah akun Instagram @rully_xabian yang memperlihatkan perjuangan warga melawan derasnya arus sungai.

“Lokasi kami di Sawang, Aceh Utara. Tolong langsung datang dan berikan solusi. Ini sudah darurat, hampir setiap hari ada korban jatuh ke sungai,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut, dikutip Sabtu (18/4/2026).

Warga Terpaksa Menyeberang Sungai Pakai Rakit Darurat

Dalam video viral itu terlihat warga menyeberang menggunakan rakit sederhana yang ditarik manual dari tepi sungai. Tidak sedikit warga yang menyeberang tanpa pelampung meski arus sungai cukup deras.

Rakit darurat tersebut menjadi satu-satunya sarana mobilitas masyarakat, termasuk untuk membawa sepeda motor dan kebutuhan harian warga.

Sebagian warga bahkan harus berjalan langsung di tengah aliran sungai untuk mencapai seberang ketika rakit tidak tersedia.

Warga menyebut kondisi ini sudah berlangsung sejak bencana terjadi hampir lima bulan lalu.

“Katanya Aceh hampir 100 persen pulih, tapi fakta di lapangan jauh dari kata normal,” tulis pengunggah video.

Baca Juga  3 Bulan Pascabanjir Bandang Aceh 2025, Banyak Sekolah Rusak dan Sulit Direnovasi

Detik-detik Rakit Terjebak Arus Sungai

Unggahan lain memperlihatkan momen menegangkan ketika rakit yang mengangkut sejumlah warga tiba-tiba terjebak arus sungai yang meluap pada Jumat (17/4/2026).

Arus yang mendadak deras membuat penumpang panik karena rakit hampir hanyut ke tengah sungai.

Warga di tepi sungai kemudian bergotong royong menarik rakit menggunakan tali agar dapat kembali ke daratan dengan selamat.

“Kondisi seperti ini sudah sering terjadi dan belum ada solusi,” tulisnya.

Siswa Sekolah Jatuh ke Sungai Saat Menyeberang

Peristiwa berbahaya juga dialami pelajar di kawasan tersebut. Dalam unggahan lain disebutkan beberapa siswa SD, SMP, hingga SMA terjatuh ke sungai saat menyeberang pada Kamis (16/4/2026).

Debit air yang meningkat membuat rakit oleng dan sulit dikendalikan.

Selain siswa sekolah, beberapa unit sepeda motor warga juga dilaporkan jatuh ke sungai akibat kondisi penyeberangan yang tidak aman.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena anak-anak sekolah harus menghadapi risiko setiap hari demi bisa belajar.

Warga Desak Perbaikan Jembatan dan Akses Jalan

Keterbatasan akses transportasi membuat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan masyarakat terganggu.

Warga berharap pemerintah segera membangun kembali jembatan permanen serta memperbaiki akses jalan di Kecamatan Sawang agar keselamatan masyarakat terjamin.

“Tolong segera bantu kami di Aceh Utara. Ini sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak sekolah,” tulis warga dalam unggahan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terkait percepatan perbaikan akses jalan maupun pembangunan jembatan di wilayah tersebut.

Desakan publik pun terus bermunculan di media sosial agar penanganan pascabencana di Sawang segera menjadi prioritas.