Otomotif

Misteri Taksi Listrik Mogok di Rel: Pakar ITB Ungkap Sejumlah Kemungkinan Teknis di Balik Tragedi Bekasi

×

Misteri Taksi Listrik Mogok di Rel: Pakar ITB Ungkap Sejumlah Kemungkinan Teknis di Balik Tragedi Bekasi

Sebarkan artikel ini
taksi listrik mogok
Taksi listrik di lokasi yang diduga menjadi penyebab tabrakan KRL Bekasi Timur dengan KA Argo Bromo Anggrek.

Topikseru.com, Jakarta – Insiden kecelakaan maut yang melibatkan kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan. Salah satu aspek yang menarik perhatian publik adalah dugaan taksi listrik yang mogok di perlintasan rel sebelum kejadian tragis tersebut.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (27/4/2026) itu menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia serta sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Dalam kronologi awal, kendaraan listrik yang diduga berhenti mendadak di jalur rel menjadi pemicu rangkaian kecelakaan.

Baca Juga  16 Korban Meninggal Dunia, 90 Luka Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Dugaan Penyebab Teknis Taksi Listrik Mogok

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah kemungkinan teknis yang bisa menjelaskan mengapa kendaraan listrik bisa tiba-tiba berhenti.

Menurutnya, salah satu faktor krusial adalah gangguan pada baterai tegangan rendah (low voltage) 12 volt.

“Baterai ini berfungsi sebagai sumber daya awal untuk sistem komputer kendaraan, termasuk sensor, modul kontrol, hingga sistem keselamatan. Jika tegangannya turun drastis, seluruh sistem bisa terganggu,” jelas Yannes.

Selain itu, faktor getaran saat kendaraan melintasi rel juga bisa menjadi pemicu gangguan serius.

Getaran yang terjadi dalam waktu lama, terutama jika bersamaan dengan hentakan keras, berpotensi mengendurkan komponen penting pada sistem kendaraan. Hal ini bisa berdampak pada performa mesin hingga menyebabkan kendaraan berhenti total.

Sistem Keamanan Bisa Aktif Otomatis

Tak hanya faktor mekanis, sistem keamanan canggih pada kendaraan listrik juga bisa menjadi penyebab.

Yannes menjelaskan, saat sistem mendeteksi adanya anomali atau gangguan, fitur keamanan seperti immobilizer atau pengunci setir dapat aktif secara otomatis.

Akibatnya, kendaraan akan terkunci dan tidak dapat dioperasikan, termasuk saat berada di lokasi berbahaya seperti perlintasan rel.

Gangguan Sistem Baterai hingga Komponen Utama

Kemungkinan lain yang turut menjadi sorotan adalah gangguan pada Battery Management System (BMS). Sistem ini berfungsi mengatur distribusi energi dalam kendaraan listrik.

Jika terjadi kesalahan pembacaan arus atau estimasi daya, kendaraan bisa mengalami mati mendadak.

Selain itu, kegagalan pada komponen vital seperti inverter atau konverter DC-DC juga dapat menyebabkan hilangnya tenaga secara tiba-tiba, sehingga kendaraan tidak bisa bergerak.

Baca Juga  Kemenhub: Taksi Green SM Dievaluasi Usai Insiden Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi

Investigasi Masih Berjalan

Meski berbagai kemungkinan telah dipaparkan, Yannes menegaskan bahwa seluruh analisis tersebut masih bersifat teoritis dan memerlukan investigasi lebih lanjut.

“Perlu penyelidikan menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti kejadian, termasuk pemeriksaan kendaraan, sistem, serta kondisi di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, kecelakaan yang melibatkan kereta api Argo Bromo dan KRL Commuter Line tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya peningkatan sistem keselamatan transportasi, baik dari sisi teknologi kendaraan maupun infrastruktur perkeretaapian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *