Nasional

Kemenhub: Taksi Green SM Dievaluasi Usai Insiden Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi

×

Kemenhub: Taksi Green SM Dievaluasi Usai Insiden Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi

Sebarkan artikel ini
Kemenhub
Kementerian Perhubungan mengambil langkah cepat menyusul insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Topikseru.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan mengambil langkah cepat menyusul insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Peristiwa yang terjadi pada Senin, 27 April 2026 itu diduga dipicu

Oleh sebuah kendaraan taksi Green SM yang mengalami mogok di perlintasan rel.

Baca Juga  Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur Dipicu Taksi Listrik Mogok di Perlintasan Ampera

Kemenhub Panggil Pengelola Taksi

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan telah menginstruksikan jajaran

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk melakukan evaluasi terhadap operasional taksi tersebut.

Baca Juga  Prabowo Jenguk 52 Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di RSUD Kota Bekasi

Instruksi itu ditujukan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Darat.

Aan Suhanan, guna bertemu langsung dengan pihak pengelola Green SM.

Menurut Dudy, pertemuan tersebut diharapkan dapat membahas langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Baca Juga  KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi, 14 Tewas: Masuk Daftar Kecelakaan Kereta Api Terparah di Indonesia

Respons Resmi Green SM

Pihak Green SM Indonesia menyampaikan pernyataan resmi terkait insiden yang melibatkan salah satu armadanya.

Dalam keterangan tertulis, perusahaan menegaskan telah memberikan informasi

Baca Juga  Nama Lengkap dan Tampang Sopir Taksi Listrik Diduga Picu Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

Yang dibutuhkan kepada otoritas dan mendukung penuh proses investigasi yang sedang berjalan.

Green SM juga menekankan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama

Dalam operasional mereka. termasuk melalui sistem pengawasan dan peningkatan layanan.

Perusahaan memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi setelah data yang tersedia telah terverifikasi.

Korban Jiwa dan Penanganan Medis

Dampak kecelakaan tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka dalam jumlah besar.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan hingga Selasa pagi pukul 08.45 WIB tercatat 14 orang meninggal dunia.

Seluruh korban meninggal telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

Sementara itu, sebanyak 84 korban luka mendapatkan perawatan di berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

RSUD Bekasi
RS Bella Bekasi
RS Primaya
RS Mitra Plumbon Cibitung
RS Bakti Kartini
RS Siloam Bekasi Timur
RS Hermina
RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat

Penanganan korban dilakukan secara terpadu guna memastikan seluruh pasien memperoleh layanan medis yang dibutuhkan.

Barang Penumpang Diamankan

KAI juga menginformasikan bahwa barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan.

Seluruh barang tersebut saat ini berada dalam layanan lost and found

Dan dikelola bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *