Topikseru.com, Jakarta – Pasca kebakaran, Komisi A DPRD DKI Jakarta berencana memanggil pengelola dan penghuni Apartemen Mediterania Garden Residences, Tanjung Duren, Jakarta Barat.
Guna mengevaluasi penyebab kebakaran pada Kamis (30/4/2026). Langkah ini diambil untuk merespons laporan warga terkait kegagalan sistem proteksi kebakaran di lokasi kejadian.
Pemanggilan tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu, sebagai upaya memastikan keselamatan warga di masa mendatang.
Pengelola dan warga akan dimintai keterangan setelah hasil investigasi resmi dari pihak kepolisian keluar secara lengkap.
“Tentu karena tujuan saya hadir kemari untuk menyaksikan langsung, bukan hanya prosesnya, kami juga pastikan masyarakatnya terjaga. Akibat dari kejadian ini tentu kami akan mengundang semua pihak untuk mengevaluasi kejadian ini termasuk pengelola gedung, setelah hasil investigasi sudah diketahui bersama,” ujar Kevin Wu, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta.
Kevin menekankan bahwa keterangan dari sisi penghuni sangat krusial untuk memverifikasi kondisi aktual di lapangan.
Evaluasi ini bertujuan memberikan kejelasan dari dua sisi, yakni pihak pengelola dan masyarakat yang terdampak langsung oleh insiden tersebut.
“(Penghuni apartemen) sebagai saksi ya, buat evaluasi kita akan undang juga. Yang namanya evaluasi tentu kita harus melihat faktual kondisi yang ada, jadi harus jelas kedua sisi,” kata Kevin Wu, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta.
DPRD DKI saat ini masih menunggu proses pemulihan dan penyelidikan yang sedang berlangsung di tempat kejadian perkara.
Seluruh laporan dari kepolisian, petugas gabungan, hingga saksi mata akan menjadi dasar utama dalam rapat evaluasi mendatang.
“Kepolisian tentu akan turun langsung untuk melihat sumber permasalahannya di mana. Tapi dari hasil laporan-laporan itulah yang kita akan bawa dalam rapat evaluasi. Kita akan mengundang semua pihak termasuk dari pihak pemerintah, pengelola, saksi mata, dan termasuk para petugas-petugas yang tadi sudah bertarung luar biasa,” jelas Kevin Wu, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta.
Legislator tersebut turut memberikan apresiasi terhadap koordinasi cepat tim gabungan yang mengutamakan keselamatan nyawa penghuni. Berdasarkan data yang dihimpun, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang melanda gedung bertingkat tersebut.
“Saya apresiasi langkah cepat dan segera ya. Diambil keputusan juga saat itu yang diutamakan adalah pemadaman, kemudian evakuasi. Kita bisa lihat kerja cepat dari aparat dan semua petugas menyebabkan hari ini tidak ada korban (jiwa),” ujar Kevin Wu, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta.
Sejumlah penghuni melaporkan kendala teknis berupa alarm dan sprinkler yang tidak aktif saat asap pekat mulai memenuhi lorong apartemen.
Salah satu warga lantai 28 menyebut kepulan asap justru pertama kali terdeteksi dari arah tangga darurat.
“Saya yang tinggal di lantai 28, dari sejak jam 8 terjadinya kebakaran itu tidak mendengarkan alarm maupun sprinkler. Yang kami alami di lantai 28 itu adalah asap sudah keluar dari emergency stairs (tangga darurat),” ucap Antonius (47), penghuni lantai 28.
Kondisi serupa dialami oleh Joy, warga lantai 26, yang baru menyadari adanya bahaya setelah menerima panggilan telepon dari orang tuanya.
Ia mengaku tidak mendengar peringatan suara apa pun dari sistem keamanan gedung selama proses evakuasi berlangsung.
“Awalnya tuh aku enggak tahu kalau kebakaran, dan lagi tidur. Sempat bangun pagi, tapi tidur lagi karena sakit kepala. Baru tahu setelah dikasih tahu sama mama aku yang telepon. Mama aku sudah berangkat kerja duluan,” ungkap Joy, penghuni lantai 26.
Menanggapi keluhan warga, pihak manajemen apartemen memberikan bantahan dan mengeklaim bahwa seluruh perangkat keamanan berfungsi sesuai standar.
Apartment Manager Mediterania Garden Residence, Anggi Febrianti, menyatakan bahwa sistem pendeteksi api langsung merespons titik api sejak awal.
“Kondisi awal kejadian hari ini tuh kurang lebih di setengah delapan pagi. Di dalam MCFA kami itu memang mengidentifikasikan adanya kebakaran. Tim kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dibantu oleh tim Damkar,” ujar Anggi Febrianti, Apartment Manager.
Pihak pengelola menegaskan memiliki bukti dokumentasi berupa video yang menunjukkan aktivasi sistem sprinkler di beberapa titik.
Mereka menjamin bahwa pemeriksaan rutin terhadap alat pemadam api terus dilakukan secara berkala.
“Dapat saya pastikan itu (alarm) berbunyi. Makanya tim kejadian 07.30 pun sudah langsung on the way ke lokasi. Itu dipastikan semua alarm sistem gedung kita itu berfungsi dengan baik. Boleh dilihat bahwa sampai saat ini pun alarm masih bunyi. Saya juga memiliki video-video sprinkler yang pecah,” tegas Anggi Febrianti, Apartment Manager.
Dilansir dari Megapolitan, kebakaran di Tower C Apartemen Mediterania Garden Residences diduga kuat berasal dari korsleting pada panel listrik di lantai basement 1.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengonfirmasi laporan awal yang diterima dari petugas keamanan gedung.
“Menurut keterangan Bapak Ajis, petugas safety apartemen, telah terjadi korsleting listrik di bagian panel lantai 1 basement. Kemudian. alarm pemadam berbunyi dan petugas melaporkan ke pemadam terdekat,” ucap Isnawa Adji, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta.
Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat mengerahkan 26 unit mobil pemadam dan 130 personel untuk memadamkan api yang muncul sejak pukul 07.31 WIB.
Operasi penyelamatan dan penyisiran asap pekat hingga lantai 33 baru dinyatakan selesai pada pukul 16.00 WIB.
Sebanyak 136 penghuni dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara 22 orang lainnya harus mendapatkan perawatan medis di beberapa rumah sakit terdekat.
Hingga kini, lokasi kejadian masih dalam pengawasan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.












