Hukum & Kriminal

Anak Anggota DPRD Kutai Barat Ditetapkan Tersangka Kasus Penyebaran Video Asusila

×

Anak Anggota DPRD Kutai Barat Ditetapkan Tersangka Kasus Penyebaran Video Asusila

Sebarkan artikel ini
Anak Anggota DPRD Kutai Barat
pihak kepolisian menetapkan kasus dugaan pelecehan melalui penyebaran konten asusila menyeret seorang pria berinisial RD, yang merupakan anak anggota DPRD Kutai Barat.

Topikseru.com, Jakarta – Akhirnya pihak kepolisian menetapkan kasus dugaan pelecehan melalui penyebaran konten asusila menyeret seorang pria berinisial RD.

Yang merupakan anak anggota DPRD Kutai Barat. RD kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Baca Juga  Buntut Kebakaran dari Apartemen Mediterania di Jakbar, DPRD DKI akan Panggil Pengelola Apartemen

Kronologi Penyebaran Konten

Berdasarkan penjelasan kuasa hukum korban, Dedi Putra Pakpahan, peristiwa tersebut terjadi pada 6 November 2025 sekitar pukul 22.00 WITA.

RD diduga menyebarkan video asusila melalui pesan WhatsApp kepada sejumlah pihak yang memiliki kedekatan dengan korban.

Baca Juga  Evakuasi Penghuni Apartemen Mediterania Jakbar Rampung, Sinyal Darurat Lewat Baju Sempat Terjadi

Teman-teman dekat korban
Sahabat korban
Ibu kandung korban

Tindakan tersebut disebut dilakukan secara masif, dengan tujuan mempermalukan korban di lingkungan terdekatnya.

Tidak berhenti di lingkaran pribadi, tersangka juga diduga mengirimkan konten serupa ke sejumlah pihak lain.

Di antaranya termasuk tempat korban melamar pekerjaan serta beberapa organisasi besar di Kalimantan Timur.

Pengiriman dilakukan melalui fitur direct message di platform Instagram, sehingga memperluas penyebaran konten tersebut.

Dugaan Intimidasi dan Tekanan

Selama proses hukum berjalan, korban disebut mengalami tekanan dari pihak tertentu.

Kuasa hukum mengungkapkan adanya upaya yang diduga bertujuan menghentikan laporan.

Kedatangan pihak keluarga tersangka ke rumah korban
Pernyataan bernada ancaman kepada korban
Teror melalui telepon dan pesan singkat dari nomor tak dikenal

Salah satu pernyataan yang disampaikan kepada korban disebut mengandung ancaman, yakni peringatan agar tidak menyesal di kemudian hari.

Tekanan tersebut berlangsung dalam beberapa bulan terakhir dan dinilai berdampak pada kondisi psikologis korban.

Desakan Perlindungan dan Penegakan Hukum

Pihak korban meminta aparat penegak hukum memberikan perhatian serius terhadap keselamatan korban dan keluarganya.

Selain itu, mereka juga menegaskan pentingnya proses hukum berjalan secara adil tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *