Hukum & Kriminal

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Bayi di Deli Serdang, Bukan Dianiaya Tapi Digigit Serangga

×

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Bayi di Deli Serdang, Bukan Dianiaya Tapi Digigit Serangga

Sebarkan artikel ini

Fakta Baru Kematian Bayi di Deli Serdang

kematian bayi Deli Serdang
Bayi meninggal dunia diduga dianiaya orang tuanya di Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deli Serdang.

Topikseru.com, Deli Serdang – Kasus kematian bayi berusia 23 hari di Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, akhirnya menemukan titik terang.

Polisi memastikan bahwa kematian korban bukan disebabkan oleh penganiayaan, melainkan faktor lain yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dan kelalaian orang tua.

Baca Juga  Pasutri di Deli Serdang Aniaya Bayi Hingga Tewas, Korban Sempat Dikebumikan Sebelum Diautopsi 

Polisi: Bukan Dianiaya, Tapi Digigit Serangga

Kanit PPA Satreskrim Polresta Deli Serdang, Hendri Ginting, menyampaikan hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya gigitan serangga pada tubuh korban.

“Korban meninggal dunia bukan disebabkan penganiayaan, melainkan digigit semut,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Temuan ini sekaligus meluruskan dugaan awal yang sempat menyebut korban meninggal akibat kekerasan orang tua.

Kelalaian Orang Tua Jadi Faktor Pemicu

Selain gigitan serangga, polisi juga menemukan adanya unsur kelalaian dalam perawatan bayi.

Menurut Hendri, saat korban dalam kondisi sakit, orang tua justru memberikan balsem khusus orang dewasa di bagian hidung bayi.

Kondisi tersebut diduga memicu gangguan pernapasan yang berujung fatal.

“Korban saat itu sedang sakit, lalu diberikan balsem orang dewasa di bagian hidung sehingga mengalami sesak napas hingga meninggal dunia,” jelasnya.

Orang Tua Diamankan di Rumah Aman

Saat ini, kedua orang tua korban tidak ditahan, melainkan diamankan di rumah aman milik Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang.

Polisi masih mendalami kasus ini, termasuk motif dan kondisi psikologis orang tua.

“Kami belum bisa menyampaikan motif. Nantinya akan dijelaskan oleh ahli psikologi,” tambah Hendri.

Puskesmas: Gigitan Serangga Ditemukan, Tunggu Autopsi

Sementara itu, Kepala Puskesmas Batangkuis, Cindy Hulwani, membenarkan adanya temuan gigitan serangga pada tubuh bayi.

Namun, ia menegaskan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi dari pihak kepolisian.

“Gigitan serangga memang ada, tapi penyebab pasti masih menunggu hasil autopsi,” katanya.

Pihak puskesmas juga menegaskan tidak dapat membuka rekam medis pasien kepada publik karena alasan kerahasiaan.

Baca Juga  Beralasan Faktor Ekonomi, Seorang Ibu Jual Bayi Rp12 Juta Ditangkap Polres Pelabuhan Belawan

Kasus Sempat Diduga Penganiayaan

Sebelumnya, kasus ini sempat menghebohkan publik setelah dilaporkan sebagai dugaan penganiayaan oleh orang tua terhadap bayi.

Laporan tersebut muncul setelah tenaga medis menemukan kondisi kematian yang dinilai tidak wajar. Namun, hasil pemeriksaan awal kini mengarah pada kombinasi faktor lingkungan dan kelalaian, bukan kekerasan langsung.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi resmi untuk memastikan penyebab utama kematian bayi tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya edukasi perawatan bayi, terutama dalam penggunaan produk medis dan pengawasan lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *