Topikseru.com, Binjai – Duka mendalam menyelimuti keluarga Rasdi Fauzi (39), warga Kota Binjai, yang meninggal dunia di Poipet, Kamboja. Harapan untuk memulangkan jenazah ke tanah air kini terhambat biaya besar yang mencapai ratusan juta rupiah.
Istri almarhum, Kiki Tresia (30), mengungkapkan bahwa dirinya telah dihubungi oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) terkait proses pemulangan jenazah suaminya. Namun, dalam komunikasi tersebut, keluarga diminta untuk menyiapkan biaya yang tidak sedikit.
“Saya diminta konfirmasi soal biaya pemulangan jenazah suami. Tapi saya bilang perlu waktu untuk berembuk dengan keluarga,” ujar Kiki, Rabu (6/5/2026).
Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, Kiki mengaku tidak sanggup menanggung biaya tersebut. Ia pun berharap adanya bantuan dari pemerintah maupun para dermawan agar jenazah suaminya dapat segera dipulangkan ke Indonesia.
Sementara itu, Dinas Sosial Kota Binjai telah merespons dengan mendatangi kediaman Kiki untuk melakukan pendataan. Namun, pihaknya juga mengakui adanya keterbatasan anggaran dalam membantu proses pemulangan jenazah dari luar negeri.
“Petugas Dinas Sosial sudah datang, tapi mereka bilang dana yang tersedia belum mencukupi. Katanya akan coba dibahas lagi,” jelasnya.
Rasdi diketahui berangkat ke Kamboja pada Februari 2025 setelah sempat menganggur selama beberapa bulan. Ia menerima tawaran pekerjaan yang diduga berkaitan dengan praktik penipuan daring (scam), meski sebelumnya sempat mendapat larangan dari pihak keluarga.
Keputusan tersebut berujung tragis. Rasdi dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (3/5/2026), dan jenazahnya sempat terlantar selama beberapa hari di tempat tinggalnya di Poipet.
Kesedihan yang dirasakan Kiki semakin mendalam. Selain kehilangan suami, ia juga baru saja kehilangan anak mereka pada tahun sebelumnya. Kini, satu-satunya harapan keluarga adalah agar jenazah Rasdi dapat dipulangkan dan dimakamkan secara layak di kampung halamannya di Binjai.
Keluarga pun berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun masyarakat luas agar proses pemulangan jenazah dapat segera terwujud.












