Edukasi

Psikolog Ungkap Ciri-Ciri Burnout akibat Pekerjaan dan Cara Mengatasinya

×

Psikolog Ungkap Ciri-Ciri Burnout akibat Pekerjaan dan Cara Mengatasinya

Sebarkan artikel ini

Burnout Jadi Ancaman Kesehatan Mental Pekerja

Ciri-Ciri Burnout Akibat Pekerjaan
Psikolog mengungkap ciri-ciri burnout akibat pekerjaan

Topikseru.com – Psikolog klinis Kasandra Putranto mengungkap sejumlah ciri-ciri seseorang mengalami burnout akibat tekanan pekerjaan yang berkepanjangan.

Menurut Kasandra, burnout merupakan kondisi kelelahan emosional, fisik, dan mental yang muncul akibat stres kronis di lingkungan kerja.

Fenomena ini dinilai semakin sering dialami pekerja modern, terutama mereka yang dituntut terus produktif dalam waktu panjang.

“Burnout fisik ditandai kelelahan menerus, gangguan tidur, mudah sakit. Dari sisi psikologis kehilangan motivasi, merasa tidak dihargai, mudah marah,” kata Kasandra di Jakarta melansir Antara, Jumat (8/5/2026).

Ciri Burnout Bisa Terlihat dari Fisik hingga Perilaku Kerja

Kasandra menjelaskan burnout dapat dikenali melalui tiga kategori utama, yakni kondisi fisik, psikologis, dan perilaku kerja.

Secara fisik, penderita burnout biasanya mengalami tubuh mudah lelah, sulit tidur, hingga daya tahan tubuh menurun.

Sementara dari sisi psikologis, seseorang dapat kehilangan semangat kerja, merasa tidak diapresiasi, mudah tersinggung, hingga mengalami tekanan emosional berkepanjangan.

Adapun dari sisi perilaku kerja, burnout dapat terlihat melalui menurunnya produktivitas, meningkatnya sikap sinis terhadap pekerjaan, hingga sering absen dari aktivitas kerja.

Tanda Psikologis Burnout Sering Tidak Disadari

Kasandra menyebut banyak pekerja produktif justru tidak menyadari dirinya sedang mengalami burnout.

Salah satu tanda yang kerap diabaikan adalah rasa lelah emosional yang tidak hilang meski sudah beristirahat.

Selain itu, seseorang mulai kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya dianggap menyenangkan.

“Mulai lebih mudah gelisah, sulit fokus, dan mengalami overthinking terutama terkait pekerjaan,” ujar Kasandra.

Dalam beberapa kasus, pekerja juga merasa tidak nyaman untuk berhenti bekerja meski kondisi tubuh sudah lelah.

Mereka khawatir tertinggal atau merasa bersalah apabila mengambil waktu istirahat.

Burnout Bisa Dipulihkan dengan Penanganan Tepat

Kasandra menegaskan burnout bukan kondisi permanen dan masih dapat dipulihkan melalui intervensi yang tepat.

Pemulihan disebut bergantung pada tingkat keparahan, dukungan lingkungan sekitar, dan kesadaran individu menjalani proses pemulihan.

Menurut dia, layanan Kesehatan Mental seperti konseling psikologis, terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT), hingga pendampingan psikiatri dapat membantu seseorang memahami sumber stres dan memulihkan kondisi psikologisnya.

Pentingnya Menjaga Keseimbangan Hidup dan Kerja

Kasandra juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dasar sebagai fondasi utama pemulihan burnout.

Beberapa langkah sederhana yang disarankan antara lain tidur cukup, menjaga pola makan seimbang, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, serta mengurangi konsumsi alkohol dan kafein berlebihan.

Selain itu, pekerja juga dianjurkan menyediakan waktu khusus untuk beristirahat, berolahraga ringan, melakukan rekreasi, hingga menjalani hobi tanpa tekanan target tertentu.

“Intinya produktivitas tetap penting, tetapi tanpa pemulihan dan keseimbangan, kinerja justru akan menurun dan biaya psikologisnya jauh lebih besar dalam jangka panjang,” kata Kasandra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *