Olahraga

Berevolusi di Era Digital, Domino “Olahraga Rakyat” yang Jadi Olahraga Prestasi

×

Berevolusi di Era Digital, Domino “Olahraga Rakyat” yang Jadi Olahraga Prestasi

Sebarkan artikel ini
Domino
Citra domino sebagai sekadar permainan santai di pos ronda mulai ditinggalkan. Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) menunjukkan keseriusannya membangun cabang olahraga ini menjadi jalur prestasi, lewat sjumlah kejuaraan.(Foto: Topikseru.com/ PR)

Topikseru.com, Medan – Domino tengah berevolusi di era digital sebagai “Olahraga rakyat”. Pasalnya, di Indonesia sendiri olahraga yang satu ini tidak dimainkan di lapangan, melainkan di ruang-ruang sosial seperti warung kopi hingga teras rumah dan diwariskan lintas generasi.

Meskipun seringkali dipandang sebagai permainan santai, seperti dilansir CNBC Indonesia, domino memiliki karakteristik yang membuatnya layak disebut sebagai “olahraga rakyat” kompetitif, berbasis strategi, dan melibatkan interaksi sosial yang kuat.

Berbeda dengan olahraga fisik, domino mengandalkan ketajaman berpikir, kemampuan membaca situasi. Dalam permainan ini juga pemain dituntut untuk bisa mengambil keputusan dalam waktu singkat.

Tidak heran, jika di berbagai komunitas, domino kerap dimainkan secara serius, bahkan dalam format turnamen lokal. Elemen inilah yang membuat domino sering dikategorikan sebagai mind sport, olahraga berbasis kemampuan kognitif.

Memasuki era digital, domino tidak kehilangan relevansinya. Justru sebaliknya, permainan ini semakin luas jangkauannya. Dengan lebih dari 150 juta gamer di Indonesia dan dominasi mobile gaming di atas 90%, domino kini hadir dalam format yang lebih praktis melalui platform seperti Higgs Games Island.

Di dalam platform tersebut, Domino Higgs menjadi salah satu game yang paling aktif dimainkan. Transformasi ini memungkinkan domino tidak hanya dinikmati dalam lingkup komunitas kecil, tetapi juga oleh pemain dari berbagai daerah dengan tingkat kompetisi yang lebih luas.

Ray, perwakilan Higgs Games Island memandang kekuatan domino terletak pada keseimbangan antara budaya dan kompetisi.

“Domino di Indonesia itu unik. Dia bukan sekadar permainan, tapi sudah jadi bagian dari interaksi sosial. Ketika masuk ke digital, kami melihat potensi kompetitifnya juga semakin kuat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (12/5/2026).

Dirinya bilang, digitalisasi justru memperluas makna domino sebagai aktivitas yang lebih dari sekadar hiburan.

“Sekarang pemain bisa mengasah strategi, bertemu lawan baru, dan bermain secara lebih kompetitif. Dalam konteks tertentu, ini sudah mendekati konsep olahraga-hanya saja medianya berbeda,” tambah Ray.

Pada akhirnya, fenomena ini menunjukkan bahwa batas antara hiburan dan olahraga semakin cair. Domino, yang berakar dari tradisi, kini berevolusi menjadi aktivitas kompetitif berbasis digital yang tetap inklusif dan mudah diakses. Sebagai “olahraga rakyat”, domino tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang mengikuti zaman dari ruang sosial ke ruang digital, tanpa kehilangan identitasnya.

Domino Jadi Olahraga Prestasi

Permainan domino resmi bertransformasi dari sekadar kegemaran di warung kopi menjadi cabang olahraga prestasi yang mengandalkan intelektualitas ditandai dengan perhelatan Surabaya Domino Tournament 2026 yang berlangsung di Grand City Convention Hall, Surabaya, pada pertengahan pril 2026.

Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil dalam keterangannya, Minggu, menyatakan bahwa domino merupakan olahraga otak yang membutuhkan ketahanan fisik serta kecerdasan strategi yang mumpuni.

Menurutnya, turnamen ini menjadi wadah formal untuk menyalurkan bakat masyarakat dalam ekosistem kompetisi yang sehat.

“Sebagai olahraga domino memerlukan curahan energi serta konsentrasi yang sama besarnya dengan olahraga intelektual lainnya seperti bridge atau catur,” ucap dia.

Ajang berskala nasional ini diikuti oleh 512 pasangan atau sekitar 1.000 atlet yang berasal dari 17 provinsi di Indonesia. Turnamen yang diinisiasi oleh Higgs Games Island (HGI) bekerja sama dengan Pengurus Besar Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI), KONI Jawa Timur, serta Pemerintah Kota Surabaya ini menjadi bukti nyata bahwa domino telah masuk ke jalur profesional yang setara dengan catur dan bridge.

Dukungan serupa datang dari Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, yang hadir langsung meninjau jalannya pertandingan. Ia mengaku kagum dengan antusiasme peserta dan meminta PORDI Jatim untuk menyelenggarakan acara yang jauh lebih besar di masa mendatang. Pemerintah Kota Surabaya bahkan memproyeksikan domino sebagai bagian dari daya tarik wisata olahraga atau sport tourism yang dapat mengangkat citra kota di level internasional.

Selain aspek prestasi, turnamen ini juga menjadi momentum untuk mengikis stigma negatif yang selama ini melekat pada domino sebagai sarana perjudian.

Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung, menegaskan bahwa pihaknya menerapkan aturan ketat yang dikenal dengan prinsip 4N dan 1T, yakni No Judi, No Alkohol, No Narkoba, No Smoking, dan Tertib Beribadah.

Andi menekankan bahwa domino di bawah naungan PORDI sepenuhnya merupakan ajang silaturahim dan prestasi, bahkan langkah ini telah mendapat legitimasi positif melalui konsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Transformasi domino menjadi olahraga bergengsi ini turut didukung oleh komitmen investasi besar dari sektor swasta.

HGI selaku sponsor utama mengalokasikan dana hingga Rp10 miliar untuk membangun ekosistem domino nasional sepanjang tahun 2026. Surabaya dipilih sebagai kota pembuka dari rangkaian delapan seri turnamen nasional yang akan digelar di berbagai kota besar di seluruh Indonesia.

Melalui standarisasi kompetisi dan dukungan lintas sektor tersebut, domino kini menatap masa depan sebagai cabang olahraga prestasi baru di Indonesia. Perubahan paradigma dari permainan rekreatif menjadi olahraga kecerdasan ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet strategis yang mampu bersaing di kancah nasional maupun global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *