Kesehatan

Studi Terbaru Ungkap Waktu Terbaik Minum Kopi, Bisa Cegah Mati Muda

×

Studi Terbaru Ungkap Waktu Terbaik Minum Kopi, Bisa Cegah Mati Muda

Sebarkan artikel ini
waktu terbaik minum kopi
Ilustrasi - Secangkir kopi hitam.

Topikseru.comMinum Kopi selama ini identik dengan penambah energi untuk memulai aktivitas harian. Namun, penelitian terbaru mengungkap bahwa waktu minum kopi ternyata juga berpengaruh terhadap manfaat Kesehatan bagi tubuh.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam European Heart Journal menemukan konsumsi kopi pada pagi hari dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat Penyakit Jantung dan berbagai penyebab lainnya.

Penelitian tersebut menjadi salah satu studi pertama yang secara khusus mengevaluasi pola waktu konsumsi kopi dan dampaknya terhadap kesehatan jangka panjang.

Sebut Minum Kopi Pagi Hari Lebih Sehat

Peneliti utama studi sekaligus Direktur Pusat Penelitian Obesitas di Tulane University, Dr. Lu Qi, mengatakan konsumsi kopi pada pagi hari menunjukkan manfaat kesehatan yang lebih signifikan dari minum kopi sepanjang hari.

“Ini adalah studi pertama yang mengevaluasi pola waktu konsumsi kopi dan dampaknya terhadap kesehatan,” kata Lu Qi, melansir CNN.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti membandingkan dua kelompok peminum kopi. Yakni mereka yang hanya minum kopi di pagi hari dan kelompok yang mengonsumsi kopi sepanjang hari.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang rutin minum kopi hanya pada pagi hari memiliki risiko kematian dini akibat berbagai penyebab 16 persen lebih rendah dari mereka yang tidak minum kopi sama sekali.

Sementara itu, risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular tercatat turun hingga 31 persen.

Sebaliknya, kelompok yang mengonsumsi kopi sepanjang hari tidak menunjukkan penurunan risiko kesehatan serupa.

Berkaitan dengan Jam Biologis Tubuh

Para peneliti menduga konsumsi kopi pada sore atau malam hari berpotensi mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.

Gangguan terhadap pola biologis ini, menurut peneliti, dapat memengaruhi kualitas tidur hingga mengurangi manfaat kesehatan yang sebenarnya berasal dari kopi.

Meski demikian, penelitian tersebut belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung karena masih bersifat observasional.

Artinya, penelitian hanya mengamati pola dan hubungan antarvariabel tanpa melakukan eksperimen langsung terhadap peserta.

Perhitungkan Faktor Lain

Peneliti menyebut hasil studi tetap konsisten meski telah mempertimbangkan berbagai faktor lain seperti usia, jenis kelamin, pola tidur, aktivitas fisik.

Selanjutnya, pola makan, tingkat pendidikan, hingga kondisi kesehatan seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi.

Menariknya, mereka menemukan manfaat kesehatan tersebut baik pada kopi berkafein maupun tanpa kafein.

Ahli gizi sekaligus juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Vanessa King, yang tidak terlibat dalam penelitian itu, mengingatkan bahwa studi observasional belum bisa menjadi bukti mutlak.

“Penelitian ini bersifat observasional, bukan eksperimen yang merupakan standar emas,” ujar Vanessa King melalui surat elektronik.

Meski begitu, temuan ini menambah daftar panjang penelitian yang menunjukkan potensi manfaat kopi terhadap kesehatan apabila mengonsumsinya secara tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *