Politik

Purbaya Yudhi Sadewa Bantah Isu Mundur dari Menteri Keuangan, Defisit APBN Hanya 0,7 Persen

×

Purbaya Yudhi Sadewa Bantah Isu Mundur dari Menteri Keuangan, Defisit APBN Hanya 0,7 Persen

Sebarkan artikel ini

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu pengunduran dirinya

Purbaya Yudhi Sadewa mengundurkan diri
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Topikseru.com, JakartaMenteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, membantah kabar yang menyebut dirinya mengundurkan diri dari jabatan Menteri Keuangan. Isu tersebut sempat beredar luas di tengah perhatian publik terhadap kondisi ekonomi dan fiskal nasional.

Saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, Purbaya menegaskan informasi mengenai pengunduran dirinya tidak benar.

“Tidak benar,” kata Purbaya singkat menanggapi rumor yang berkembang.

Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya menghadiri Rapat Paripurna DPR RI yang membahas revisi Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 mengenai Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Selain mengikuti pembahasan revisi regulasi sektor keuangan, Purbaya juga menghadiri agenda penyampaian pandangan fraksi-fraksi DPR terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).

Rumor Purbaya Yudhi Sadewa Mundur Mencuat

Isu pengunduran diri Menteri Keuangan mencuat setelah sejumlah agenda penting pemerintah terkait ekonomi dan fiskal berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Namun, Purbaya memastikan dia tetap menjalankan tugas sebagai bendahara negara dan fokus menjaga stabilitas fiskal nasional.

Usai rapat paripurna, ia bahkan menegaskan kondisi keuangan negara masih berada dalam jalur yang positif.

Menurut Purbaya, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 menunjukkan kinerja yang solid.

Dia mengungkapkan defisit APBN saat ini berada pada level sekitar 0,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sementara penerimaan pajak mencatat pertumbuhan sekitar 22 persen secara tahunan (year on year/yoy).

“Fiskalnya bagus. Besok ada APBN KiTa, Anda boleh tanya lagi di situ. Saya akan jelaskan. Pada dasarnya aman,” ujar Purbaya.

Pemerintah Yakinkan Investor dan Lembaga Pemeringkat

Di tengah dinamika ekonomi global, pemerintah juga terus memperkuat komunikasi dengan investor dan lembaga pemeringkat internasional.

Purbaya mengungkapkan bahwa sehari sebelumnya dirinya melakukan pertemuan dengan S&P Global Ratings untuk menjelaskan kondisi fundamental Ekonomi Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah memaparkan berbagai indikator ekonomi, termasuk kondisi fiskal, stabilitas makroekonomi, hingga prospek pertumbuhan nasional.

Menurut Purbaya, langkah itu merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.

“Pada dasarnya kami jelaskan posisi kita semaksimal mungkin seperti apa. Biar mereka mengerti fondasi ekonomi kita seperti apa,” katanya.

Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa komunikasi dengan lembaga pemeringkat merupakan prosedur yang rutin pemerintah lakukan.

Setelah memperoleh informasi dari pemerintah, lembaga pemeringkat akan melakukan evaluasi secara independen bersama tim analis mereka.

Dia menilai penting bagi pemerintah untuk menyampaikan kondisi ekonomi secara transparan agar investor global memiliki gambaran yang utuh mengenai situasi Indonesia.

“Untuk respons, mereka akan diskusikan di sana dengan timnya. Jadi dia hanya mencari informasi, dan kami jelaskan semaksimal mungkin,” ujar Purbaya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah optimistis terhadap ketahanan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global. Dengan defisit APBN yang masih terkendali dan penerimaan pajak yang tumbuh positif, pemerintah menilai fondasi Fiskal Indonesia tetap kuat dan stabil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *