Peristiwa

Diduga Dipicu Pelecehan, Bentrok Warga Seram Barat Sebabkan Kendaraan Polisi Dibakar

×

Diduga Dipicu Pelecehan, Bentrok Warga Seram Barat Sebabkan Kendaraan Polisi Dibakar

Sebarkan artikel ini
Bentrok warga Seram Bagian Barat menyebabkan mobil dinas Polres dan motor Bhabinkamtibmas dibakar massa di Kecamatan Huamual.
Bentrok warga Seram Bagian Barat menyebabkan mobil dinas Polres dan motor Bhabinkamtibmas dibakar massa di Kecamatan Huamual. (Dok Polres Seram Bagian Barat)

Topikseru.com – Bentrok warga di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, berujung ricuh hingga menyebabkan kendaraan dinas kepolisian dibakar massa.

Konflik yang melibatkan warga Dusun Katapang dan Dusun Olas, Desa Lokki, Kecamatan Huamual itu diduga dipicu kasus pelecehan terhadap seorang perempuan.

Akibat insiden tersebut, sedikitnya tiga orang mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan harus menjalani perawatan medis.

Polisi saat ini masih menyelidiki penyebab pasti bentrokan serta pelaku pembakaran kendaraan dinas.

Kronologi Bentrok Warga di Seram Bagian Barat

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, mengatakan bentrokan terjadi pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 09.20 WIT.

Konflik tersebut disebut berawal dari dugaan pelecehan dan penganiayaan yang terjadi beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada Minggu (31/5).

Ketegangan yang sebelumnya terjadi di antara kedua kelompok warga kemudian memuncak hingga berujung aksi saling serang menggunakan senjata tajam dan senapan angin.

“Personel Polres Seram Bagian Barat, Polsek Huamual, dan unsur TNI kemudian menghalau massa,” kata Rositah dalam keterangannya.

Aparat gabungan yang berada di lokasi berupaya membubarkan kelompok warga yang terlibat bentrok untuk mencegah konflik meluas ke wilayah lain.

Mobil dan Motor Polisi Dibakar Massa

Saat aparat melakukan pengendalian situasi, kericuhan justru semakin meningkat. Dalam kondisi tersebut, massa diduga melakukan perusakan terhadap fasilitas milik kepolisian.

“Warga Katapang membakar satu mobil dinas Bagian Ops Polres Seram Bagian Barat dan satu motor operasional Bhabinkamtibmas,” ujar Rositah.

Kendaraan yang dibakar terdiri dari satu unit mobil dinas Polres Seram Bagian Barat serta satu sepeda motor operasional milik petugas Bhabinkamtibmas.

Untuk memperkuat pengamanan, personel Brimob Kompi II Batalyon B Pelopor diterjunkan ke lokasi dan bergabung dengan aparat gabungan guna mengendalikan situasi.

Isu Penembakan Diduga Memicu Emosi Warga

Kasat Reskrim Polres Seram Bagian Barat, AKP Luken, menjelaskan kondisi sebenarnya sempat berangsur kondusif setelah aparat melakukan pendekatan kepada warga.

Namun situasi berubah setelah muncul informasi yang menyebut polisi melakukan penembakan terhadap salah seorang warga yang terlibat bentrok.

“Kondisi sudah tenang, kita sudah berbaur dengan massa. Tiba-tiba ada satu orang yang muncul dan berlari membuat terjadi konsentrasi massa, lalu mereka juga menuduh polisi telah menembak warga,” kata Luken.

Informasi tersebut diduga memicu emosi warga hingga menyebabkan kerusakan dan pembakaran kendaraan dinas yang berada di lokasi kejadian.

“Saat ini kendaraan yang terbakar itu sedang diangkut dari lokasi,” tambahnya.

Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan dan Pelaku Pembakaran

Setelah situasi berhasil dikendalikan, aparat memastikan kelompok warga dari kedua dusun mulai membubarkan diri dan kembali ke wilayah masing-masing.

“Massa dari kedua dusun secara bertahap membubarkan diri dan kembali ke wilayah masing-masing. Situasi di wilayah tersebut terpantau kondusif,” jelas Rositah.

Penyidik kini fokus melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian kejadian, mulai dari dugaan pelecehan yang disebut menjadi pemicu konflik hingga aksi pembakaran kendaraan dinas.

“Tim penyidik sedang melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian Peristiwa yang terjadi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” tutupnya.

Polisi juga masih memburu pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam serta pihak yang diduga terlibat dalam pembakaran fasilitas milik kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *