Internasional

20 Ribu Gerai Pizza Hut di 108 Negara Dijual Rp48,2 Triliun

×

20 Ribu Gerai Pizza Hut di 108 Negara Dijual Rp48,2 Triliun

Sebarkan artikel ini

Akibat Tertinggal dari Pesaing

Pizza hut
Intinya Sih
  • Gerai makanan khas Itali, Pizza Hut dijual senilai total US$2,7 miliar atau sekitar Rp48,19 triliun (asumsi kurs Rp17.
  • Pemilik Pizza Hut, Yum Brands, menjual bisnis global restoran tersebut kepada perusahaan investasi LongRange Capital senilai US$1,5 miliar atau sekitar Rp26,77 triliun.
  • Sementara bisnis Pizza Hut di China dijual secara terpisah kepada Yum China dengan nilai US$1,2 miliar atau sekitar Rp21,42 triliun.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI)

Topikseru.com, Kansas – Gerai makanan khas Itali, Pizza Hut telah dijual senilai total US$2,7 miliar atau sekitar Rp48,19 triliun (asumsi kurs Rp17.857 per dolar AS).

Pemilik Pizza Hut, Yum Brands, menjual bisnis global restoran tersebut kepada perusahaan investasi LongRange Capital senilai US$1,5 miliar atau sekitar Rp26,77 triliun.

Sementara bisnis Pizza Hut di China dijual secara terpisah kepada Yum China dengan nilai US$1,2 miliar atau sekitar Rp21,42 triliun.

Penjualan itu dilakukan setelah jaringan restoran pizza tersebut menghadapi tekanan bisnis selama bertahun-tahun di tengah ketatnya persaingan dan perubahan perilaku konsumen.

Kesepakatan tersebut sekaligus mengakhiri hubungan panjang Pizza Hut dengan Yum Brands yang telah berlangsung selama beberapa dekade bersama merek saudara mereka, KFC dan Taco Bell.

Dalam pengumumannya, Yum menyebut keputusan menjual Pizza Hut diambil setelah manajemen dan dewan direksi melakukan kajian strategis terhadap masa depan bisnis tersebut. Perusahaan menilai struktur kepemilikan baru akan memberikan ruang yang lebih sesuai bagi Pizza Hut untuk berkembang di pasar yang semakin kompetitif.

Penjualan ini juga menjadi penutup dari berbagai tantangan yang membayangi Pizza Hut dalam beberapa tahun terakhir. Kinerja jaringan restoran pizza tersebut dinilai terus tertinggal dibanding para pesaingnya. Terutama di pasar Amerika Serikat (AS) yang merupakan pasar terbesar perusahaan.

Di negara asalnya itu, Pizza Hut sempat kesulitan beradaptasi dengan perubahan tren konsumen dari konsep restoran makan di tempat menuju layanan pesan antar dan bawa pulang.

Di saat yang sama, Domino’s Pizza terus memperluas pangsa pasar, sementara platform pengantaran makanan seperti DoorDash turut menggerus penjualan.

Pada November tahun lalu, Yum mengungkapkan tengah mengeksplorasi berbagai opsi strategis untuk Pizza Hut. Hasilnya, perusahaan memutuskan penjualan menjadi langkah yang dianggap paling tepat untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham sekaligus memberikan fokus bisnis yang lebih spesifik bagi Pizza Hut.

Dari dua transaksi tersebut, Yum memperkirakan akan memperoleh dana bersih sekitar US$2,3 miliar atau setara Rp41,02 triliun setelah dikurangi pajak, biaya transaksi, dan sejumlah penyesuaian lainnya.

Selain itu, Yum masih berpotensi menerima tambahan pembayaran hingga US$75 juta dari LongRange Capital sebelum 2030 apabila sejumlah target kinerja tertentu berhasil tercapai.

Meski demikian, perusahaan memperkirakan akan menanggung biaya satu kali sekitar US$85 juta selama sisa 2026 yang berkaitan dengan proses penjualan tersebut. Transaksi itu masih menunggu persetujuan regulator dan ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun ini.

Pizza Hut didirikan oleh dua bersaudara, Dan dan Frank Carney, di Wichita, Kansas, AS, pada 1958. Setahun kemudian, konsep waralaba mulai dikembangkan dan mendorong ekspansi perusahaan secara cepat.

Pada 1969, Pizza Hut melantai di bursa saham dan hanya dalam waktu dua tahun berhasil menjadi jaringan pizza terbesar di dunia. Status tersebut bertahan selama puluhan tahun sebelum akhirnya direbut Domino’s Pizza pada 2017.

Pizza Hut kemudian menjadi bagian dari PepsiCo pada 1977 saat perusahaan minuman ringan itu mulai berekspansi ke bisnis restoran. Ketika PepsiCo memisahkan unit restoran pada 1997, Pizza Hut bergabung dalam perusahaan yang kemudian berkembang menjadi Yum Brands.

Berdasarkan dokumen perusahaan, hingga akhir 2025 Pizza Hut mengoperasikan hampir 20 ribu gerai di 108 negara dan wilayah. Jaringan tersebut membukukan penjualan sistem tahunan sebesar US$12,8 miliar.

AS menjadi pasar terbesar Pizza Hut dengan kontribusi sekitar 40 persen terhadap total penjualan global. Sementara China menjadi pasar terbesar kedua dengan porsi sekitar 20 persen dari total penjualan sistem perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *