Hukum & Kriminal

2 Pelaku Pengeroyokan Maut di Pematangsiantar Ditangkap, 4 Pelaku Lain Masih Diburu Polisi

×

2 Pelaku Pengeroyokan Maut di Pematangsiantar Ditangkap, 4 Pelaku Lain Masih Diburu Polisi

Sebarkan artikel ini
Suasana lokasi kasus pengeroyokan maut di Pematangsiantar yang menewaskan Jaka Jannes Malau, dua pelaku pengeroyokan Pematangsiantar telah ditangkap polisi.
Suasana saat insiden pengeroyokan yang menewaskan Jaka Jannes Malau di kawasan Taman Bunga, Kota Pematangsiantar. Dalam perkembangan terbaru, Polres Pematangsiantar telah menangkap dua tersangka, sementara empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi.

Topikseru.com, PematangsiantarPolres Pematangsiantar telah menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan Jaka Jannes Malau.

Kedua pelaku berinisial RP dan FS kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan Polres Pematangsiantar.

Kasatreskrim Polres Pematangsiantar AKP Sandi Riz Akbar S.Tr.K mengatakan penyidik masih memburu empat terduga pelaku lainnya yang diduga turut terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Pelaku RP dan FS. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan Polres Pematangsiantar,” ujar Sandi, Jumat (19/6/2026).

Menurut Sandi, pihaknya telah mengantongi identitas empat orang lainnya yang saat ini masih dalam pengejaran.

“Ada empat orang lagi yang identitasnya sudah dikantongi. Mereka kini dalam pengejaran,” katanya.

Kronologi Pengeroyokan

Peristiwa yang menewaskan Jaka Jannes Malau itu terjadi di kawasan Taman Bunga, Kota Pematangsiantar, pada Kamis (28/5/2026) malam.

Kakak kandung korban, Rezky Zumady Malau, mengatakan adiknya menjadi korban pengeroyokan oleh enam pria yang datang menggunakan sebuah mobil.

Menurut keterangan yang diterimanya, para pria tersebut awalnya mendatangi seorang pria bermarga Halolo dan menanyakan keberadaan seseorang yang diduga berprofesi sebagai pembuat tato.

Namun pria yang ditanya mengaku tidak mengetahui orang yang dimaksud. Tidak lama kemudian, korban yang berada di lokasi justru dituduh sebagai orang yang dicari.

“Adik saya yang saat itu berada di lokasi kejadian dituduh sebagai pembuat tato. Namun korban membantah tuduhan tersebut,” kata Rezky saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Rezky menuturkan, korban sempat berusaha mempertahankan diri saat diserang. Namun karena kalah jumlah, korban akhirnya tak mampu melawan dan mengalami luka serius.

“Adik saya sempat membela diri karena diserang. Namun karena jumlah mereka banyak, akhirnya korban tergeletak dalam kondisi kritis,” ujarnya.

Sempat Dirawat, Korban Meninggal Dunia

Usai kejadian, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djasamen Saragih, Pematangsiantar.

Namun kondisi korban yang sudah kritis membuat nyawanya tidak dapat diselamatkan meski sempat mendapatkan penanganan medis.

“Korban ditinggalkan dalam kondisi kritis. Sempat mendapatkan perawatan medis, namun akhirnya meninggal dunia,” kata Rezky.

Keluarga korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Pematangsiantar dan berharap seluruh pelaku yang terlibat dapat segera ditangkap serta diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami berharap semua pelaku yang terlibat segera ditangkap dan mendapatkan hukuman yang setimpal,” ujarnya.

Hingga saat ini, penyidik Polres Pematangsiantar masih terus melakukan pengejaran terhadap empat terduga pelaku lainnya guna mengungkap secara tuntas kasus pengeroyokan yang berujung pada tewasnya Jaka Jannes Malau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *