Topikseru.com, Medan – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab cuaca di Sumatera Utara (Sumut) dalam beberapa hari terakhir cenderung berubah-ubah dan berpotensi memicu hujan disertai petir hingga angin kencang.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Nensy Nindy, mengatakan kondisi atmosfer di wilayah Sumatera Utara saat ini berada dalam kondisi cukup labil. Situasi tersebut mendukung proses konvektif yang memicu pembentukan awan hujan, terutama pada sore hingga malam hari.
“Kondisi labilitas atmosfer di wilayah Sumatera Utara terpantau cukup labil sehingga mendukung proses konvektif dan pembentukan awan hujan yang umumnya bersifat lokal,” kata Nensy di Medan, Senin.
Selain faktor atmosfer yang labil, BMKG juga mendeteksi adanya belokan angin atau shearline di sekitar wilayah Sumatera Utara. Fenomena ini disebut turut memperkuat pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah.
Menurut BMKG, kondisi cuaca dalam sepekan ke depan masih dipengaruhi aktivitas shearline yang membantu proses pengangkatan massa udara ke atmosfer. Situasi tersebut membuat potensi hujan masih cukup tinggi di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Tak hanya itu, aktivitas gelombang Kelvin yang masih aktif di kawasan Sumatera bagian utara juga menjadi salah satu faktor meningkatnya pertumbuhan awan konvektif pemicu hujan.
Sementara itu, suhu permukaan laut di Selat Malaka dan Perairan Barat Sumatera Utara yang relatif hangat ikut meningkatkan kandungan uap air di atmosfer. Dampaknya, pembentukan awan hujan menjadi lebih intensif dibanding biasanya.
Meski demikian, BMKG menyebut Monsun Australia yang masih aktif membawa massa udara lebih kering ke wilayah Sumatera Utara. Kondisi ini menyebabkan cuaca pada pagi hingga siang hari cenderung cerah atau cerah berawan.
Akibat perbedaan suhu yang cukup signifikan antara siang dan malam hari, pertumbuhan awan hujan berpotensi meningkat drastis pada sore hingga malam hari.
“Perbedaan pemanasan yang cukup signifikan antara siang dan malam hari dapat memicu pertumbuhan awan konvektif pada sore hingga malam hari yang berpotensi disertai angin kencang secara lokal,” ujarnya.
BMKG pun mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
“Untuk itu masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan bersifat lokal,” kata Nensy.
Secara umum, cuaca di Sumatera Utara dalam beberapa hari ke depan diperkirakan didominasi hujan ringan hingga sedang, terutama pada sore dan malam hari.












