Topikseru.com, Jenewa – Komisi Penyelidikan Internasional Independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Wilayah Palestina yang Diduduki menyatakan anak-anak Palestina diduga secara sengaja menjadi target serangan pasukan Israel dalam konflik yang terus berlangsung di Jalur Gaza.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, Selasa (23/6/2026), di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap dampak perang terhadap warga sipil, khususnya anak-anak.
Ketua komisi, Srinivasan Muralidhar, mengatakan bukti yang dikumpulkan menunjukkan adanya pola penyerangan terhadap anak-anak Palestina selama operasi militer berlangsung.
“Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa anak-anak Palestina secara sengaja menjadi sasaran dan terbunuh dalam operasi pasukan keamanan Israel,” kata Muralidhar.
PBB Soroti Dugaan Pelanggaran Berat HAM
Komisi independen PBB menyebut tindakan tersebut berpotensi masuk dalam kategori kejahatan perang dan mengarah pada unsur genosida.
Menurut laporan itu, penargetan anak-anak dianggap sebagai salah satu indikator adanya niat sistematis untuk menghancurkan sebagian populasi Palestina di Gaza.
Komisi juga menyoroti berlanjutnya operasi militer Israel meski berbagai seruan internasional untuk menghentikan kekerasan dan memperkuat gencatan senjata terus disampaikan.
Selain korban jiwa, laporan tersebut mengungkap dugaan praktik penahanan dan penyiksaan terhadap anak-anak Palestina di fasilitas penjara Israel.
Rumah Sakit dan Sekolah Ikut Jadi Sorotan
Dalam temuannya, komisi PBB turut menyoroti dampak luas serangan terhadap fasilitas sipil di Gaza.
Rumah sakit bersalin, pusat layanan pasca-kelahiran, panti asuhan, hingga sekolah disebut mengalami kerusakan atau kehancuran akibat konflik bersenjata.
Menurut komisi, kondisi itu tidak hanya berdampak pada keselamatan warga sipil saat ini, tetapi juga mengancam masa depan masyarakat Palestina secara jangka panjang.
“Penghancuran fasilitas sipil telah merusak fondasi kehidupan sosial masyarakat Palestina,” demikian isi pernyataan komisi.
PBB Identifikasi Unit Militer Israel
Komisi penyelidikan juga mengaku telah mengidentifikasi sejumlah unit militer Israel yang diduga terlibat dalam serangan yang menyebabkan korban anak-anak Palestina mengalami luka berat maupun meninggal dunia.
Namun, laporan tersebut tidak menjelaskan secara rinci identitas unit militer yang dimaksud.
Hingga kini, pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi terbaru terkait isi laporan komisi independen PBB tersebut.
Konflik Gaza Telan Puluhan Ribu Korban
Konflik bersenjata antara kelompok Hamas dan Israel yang pecah sejak 7 Oktober 2023 terus menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Menurut data yang disampaikan otoritas kesehatan Palestina, lebih dari 70 ribu warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 170 ribu lainnya mengalami luka-luka sejak perang dimulai.
Sementara itu, pihak Israel sebelumnya menyatakan sekitar 1.200 warga mereka tewas dalam serangan awal yang memicu pecahnya perang.
Situasi kemanusiaan di Gaza hingga kini masih menjadi perhatian dunia internasional, termasuk terkait akses bantuan medis, pangan, dan perlindungan warga sipil.












