Topikseru.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PELNI mencatatkan pertumbuhan operasional positif sepanjang Tahun Buku 2025. Perusahaan pelayaran pelat merah itu berhasil meningkatkan jumlah penumpang dan layanan logistik di tengah tantangan industri transportasi laut nasional.
Kinerja tersebut mempertegas posisi PELNI sebagai tulang punggung konektivitas antarpulau sekaligus pendukung distribusi logistik nasional di negara kepulauan seperti Indonesia.
Sepanjang 2025, PELNI melayani 5.153.846 penumpang di berbagai rute domestik. Angka ini meningkat 58.121 penumpang dibandingkan tahun sebelumnya.
Tak hanya sektor angkutan penumpang, layanan logistik PELNI juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Perusahaan tercatat mengangkut 117.617 ton barang, 23.838 TEUs peti kemas, 5.984 unit kendaraan, 578.980 kilogram layanan Redpack, hingga 7.134 ekor ternak melalui armada logistik lautnya.
Khusus layanan kapal ternak, PELNI mencatat lonjakan tertinggi dengan tambahan 2.435 ekor ternak dibandingkan capaian tahun 2024.
Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi laut nasional yang dikelola perusahaan.
“Capaian kinerja Tahun Buku 2025 mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan PELNI. Kami berkomitmen menghadirkan transportasi laut yang aman, andal, dan terjangkau,” ujar Ditto dalam keterangannya.
Menurutnya, transportasi laut masih menjadi moda utama masyarakat Indonesia, terutama untuk mobilitas antarpulau di wilayah kepulauan yang belum sepenuhnya terjangkau transportasi darat maupun udara.
Selain melayani perjalanan masyarakat, PELNI juga memperkuat perannya dalam menjaga rantai pasok nasional melalui distribusi barang dan logistik ke berbagai daerah.
“Pengangkutan barang, peti kemas, kendaraan, hingga layanan kapal ternak menjadi bagian dari dukungan PELNI terhadap distribusi kebutuhan masyarakat dan kelancaran ekonomi daerah,” lanjutnya.
Ditto menjelaskan, pencapaian positif perusahaan tidak terlepas dari berbagai langkah transformasi dan efisiensi yang dilakukan secara berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir.
Transformasi tersebut mencakup peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional armada, penguatan tata kelola perusahaan, hingga pengembangan sistem digital untuk mendukung operasional transportasi laut yang lebih modern dan efektif.
PELNI juga terus menjalankan program strategis perusahaan, termasuk rencana peremajaan armada kapal dan pengembangan layanan berbasis kebutuhan masyarakat.
Menurut Ditto, langkah itu menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menjaga daya saing sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Ke depan, PELNI menargetkan penguatan bisnis transportasi laut dan logistik melalui optimalisasi layanan penumpang, pengembangan sektor kargo, transformasi digital, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dengan jaringan pelayaran yang menjangkau berbagai daerah terpencil, perusahaan optimistis dapat terus menjadi penghubung utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.
Di tengah upaya pemerintah memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan, peran transportasi laut dinilai semakin strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.












