Ekonomi dan Bisnis

Transformasi Besar PELNI di Era Tri Andayani, dari Digitalisasi hingga Armada Modern

×

Transformasi Besar PELNI di Era Tri Andayani, dari Digitalisasi hingga Armada Modern

Sebarkan artikel ini
Transformasi PELNI Tri Andayani
PELNI mencatat transformasi besar selama dipimpin Tri Andayani periode 2022-2026. Foto: Humas PELNI
Intinya Sih
  • PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PELNI (Persero) menutup satu fase penting transformasi perusahaan se berakhirnya masa jabatan Tri Andayani sebagai Direktur Utama periode…
  • Selama empat tahun kepemimpinannya, perempuan yang akrab disapa Anda itu membawa perubahan besar di tubuh perusahaan pelayaran pelat merah tersebut, mulai dari digitalisasi…
  • Transformasi tersebut menjadi salah satu fondasi utama yang kini menopang arah baru PELNI sebagai tulang punggung konektivitas maritim nasional.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI)

Topikseru.com, Jakarta – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PELNI (Persero) menutup satu fase penting transformasi perusahaan setelah berakhirnya masa jabatan Tri Andayani sebagai Direktur Utama periode 2022–2026.

Selama empat tahun kepemimpinannya, perempuan yang akrab disapa Anda itu membawa perubahan besar di tubuh perusahaan pelayaran pelat merah tersebut, mulai dari digitalisasi layanan, modernisasi armada, hingga penguatan sumber daya manusia.

Transformasi tersebut menjadi salah satu fondasi utama yang kini menopang arah baru PELNI sebagai tulang punggung konektivitas maritim nasional.

Ubah Wajah PELNI Setelah 74 Tahun

Salah satu langkah paling mencolok di era kepemimpinan Tri Andayani adalah perubahan identitas perusahaan melalui peluncuran logo baru pada 25 Mei 2023.

Perubahan itu menjadi sejarah tersendiri karena merupakan pembaruan identitas pertama setelah lebih dari tujuh dekade PELNI beroperasi.

Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan transformasi identitas perusahaan menjadi simbol dimulainya perubahan menyeluruh di internal perusahaan.

“Setelah lebih dari 74 tahun berlayar, untuk pertama kalinya PELNI melakukan pembaruan identitas perusahaan di bawah kepemimpinan Anda,” kata Ditto.

Menurutnya, langkah tersebut menghadirkan semangat baru bagi perusahaan untuk bergerak menjadi operator pelayaran yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi kepada pelanggan.

Operasional Lebih Modern dan Digital

Transformasi tidak berhenti pada perubahan visual perusahaan.

PELNI juga memperkuat sistem operasional melalui pengembangan Operation Room yang terintegrasi dengan Vessel Monitoring System, sistem komunikasi digital, hingga pemantauan cuaca real time bersama BMKG.

Selain itu, perusahaan meningkatkan standar keselamatan pelayaran dengan menghadirkan perangkat modern seperti Marine Evacuation System (MES) dan Voyage Data Recorder (VDR) di seluruh kapal penumpang.

Langkah ini dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat keamanan transportasi laut nasional di tengah tingginya mobilitas penumpang antarpulau.

Layanan Penumpang Berubah Total

Perubahan paling dirasakan masyarakat terjadi pada layanan pelanggan.

Di era Tri Andayani, PELNI mulai mengembangkan ekosistem digital melalui aplikasi PELNI Mobile, e-boarding pass, mobile check-in, hingga sistem pembayaran digital.

Data perusahaan menunjukkan jumlah pengguna aplikasi PELNI Mobile melonjak dari 195 ribu pengguna pada 2022 menjadi lebih dari 531 ribu pengguna pada 2025.

Sementara transaksi digital meningkat tajam dari hanya sekitar 1.484 transaksi menjadi 680 ribu transaksi dalam periode yang sama.

Pada sisi onboard, PELNI juga melakukan revitalisasi fasilitas kapal, mulai dari kafetaria, bioskop, layanan wi-fi berbayar, toilet modern, hingga dapur kapal bersertifikasi HACCP.

Standarisasi makanan kapal turut dilakukan agar kualitas rasa, menu, dan porsi menjadi lebih konsisten di seluruh armada.

Tingkat Kepuasan Pelanggan Naik

Transformasi layanan yang dilakukan manajemen berdampak terhadap kepuasan pelanggan.

Menurut Ditto, indeks kepuasan pelanggan PELNI selama kepemimpinan Tri Andayani secara konsisten berada dalam kategori “Sangat Puas”.

“Anda berhasil memimpin PELNI melewati berbagai tantangan sekaligus membawa perusahaan melakukan transformasi secara menyeluruh,” ujarnya.

Selain layanan eksternal, transformasi juga menyentuh sektor internal perusahaan melalui pembentukan Divisi Learning & Development, penguatan manajemen talenta, digitalisasi presensi pegawai, hingga penyediaan fasilitas day care untuk karyawan.

Tongkat Estafet ke Direksi Baru

Dengan berakhirnya masa jabatan Tri Andayani, tongkat kepemimpinan PELNI kini berpindah kepada Budi Setyawan Wijaya yang ditunjuk sebagai Direktur Utama baru.

Manajemen PELNI memastikan semangat transformasi yang telah dibangun selama empat tahun terakhir akan terus dilanjutkan.

Perusahaan menargetkan penguatan konektivitas laut nasional tetap menjadi prioritas utama di tengah tantangan industri pelayaran yang semakin kompetitif.

“Jejak transformasi yang dibangun bukan hanya tercermin melalui program yang telah berjalan, tetapi juga melalui fondasi organisasi yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan masa depan,” kata Ditto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *